
KLATEN, JOSS.CO.ID – Ajang pemilihan duta wisata kembali menjadi panggung strategis bagi generasi muda Klaten untuk menunjukkan peran mereka dalam mempromosikan daerah. Melalui Grand Final Mas dan Mbak Klaten 2026 yang digelar di Alun-alun Klaten pada Sabtu (11/7/2026), dua sosok muda terpilih sebagai representasi baru Kabupaten Bersinar.
Erlangga Farel Wahyu Putra dan Aurelia Kayla Nadindra berhasil meraih posisi tertinggi dalam ajang tersebut setelah melewati berbagai tahapan seleksi. Keduanya diharapkan tidak hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi juga mampu memperkenalkan beragam potensi unggulan daerah.
Erlangga, pelajar kelas XII SMK Rota Bayat asal Kecamatan Bayat, mengaku tidak menyangka bisa meraih gelar tersebut. “Terpilih sebagai juara I ini tentu saya enggak menyangka. Karena awalnya enggak berekspektasi dan tiba-tiba terpilih. Tentu dengan terpilih ini saya harus bertanggung jawab. Saya akan berusaha untuk memajukan semua ini,” kata Erlangga.
Sementara itu, Aurelia Kayla Nadindra yang berasal dari Kecamatan Jogonalan juga mencuri perhatian dengan prestasi ganda. Selain dinobatkan sebagai Mbak Klaten 2026, ia juga meraih predikat Mbak Klaten Favorit. Kayla yang kini berusia 18 tahun merupakan mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
“Tentunya senang dan bersyukur bisa mendapatkan dua selempang sebagai favorit dan Mbak Klaten 2026. Semoga bisa belajar di sini untuk memajukan potensi Klaten agar bisa semakin dikenal banyak orang,” kata Kayla.
Menurut Kayla, Klaten memiliki kekayaan destinasi wisata yang belum sepenuhnya terekspos. Ia menilai tidak hanya wisata air yang menjadi andalan, tetapi juga sejumlah lokasi lain seperti Deles Indah, Rowo Jombor, hingga Bukit Sidoguro yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Tentu dari ajang ini saya akan terus belajar lagi dan semoga bisa menjadi agen promosi budaya dan potensi pariwisata di Kabupaten Klaten,” kata Kayla.
Komitmen serupa juga disampaikan Erlangga. Ia melihat sektor pariwisata Klaten telah berkembang dengan baik, namun masih memerlukan penguatan promosi, khususnya melalui media digital yang kini menjadi sarana utama menjangkau publik luas.
“Jadi ke depan akan mengembangkan bersama teman-teman lewat promosi di media sosial maupun promosi langsung,” ungkap Erlangga.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa ajang pemilihan Mas dan Mbak Klaten bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembentukan karakter generasi muda. Para finalis dinilai telah melalui seleksi ketat hingga mencapai tahap puncak.
“Berawal dari ajang Mas-Mbak Klaten, kemudian terus berdinamika, mengasah kemampuan hingga akhirnya sukses di bidang masing-masing, dan mereka tidak lupa untuk tetap membantu Klaten, mempromosikan wisata dan budaya di Klaten,” kata Hamenang.
Menariknya, Hamenang sendiri merupakan alumni ajang tersebut dan pernah meraih Juara I Mas Klaten pada 2010. Ia menyebut perkembangan sektor pariwisata Klaten dalam kurun 16 tahun terakhir menunjukkan tren positif berkat kolaborasi berbagai pihak.
Secara regional, Klaten kini menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Tengah. Bahkan, dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, daerah ini menempati posisi kedua terbanyak di provinsi tersebut. Capaian ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Namun, tantangan ke depan tidak hanya soal meningkatkan jumlah wisatawan. Hamenang menekankan pentingnya keberlanjutan sektor pariwisata, termasuk bagaimana membuat wisatawan tinggal lebih lama di Klaten.
“Ke depan tidak sekadar bisa menghadirkan wisatawan, tetapi bagaimana berbicara tentang sustainability. Bagaimana memperlama masa tinggal wisata di Kabupaten Klaten. Ini yang menjadi PR bersama agar semuanya berkolaborasi untuk meningkatkan pariwisata,” jelas Hamenang.
Dalam konteks ini, peran generasi muda seperti Mas dan Mbak Klaten menjadi krusial. Mereka tidak hanya bertugas sebagai duta wisata, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengemas potensi lokal menjadi lebih menarik, terutama di era digital.

Leave a Reply