Daftar Negara dengan IQ Terendah 2025, Ada Indonesia?

Ilustrasi, Daftar negara dengan IQ terendah 2025 dirilis, Indonesia berada di posisi 12 dengan skor 89,96 berdasarkan data global terbaru.

JOSS.CO.ID – Hasil pengukuran kecerdasan global kembali menjadi sorotan setelah International IQ Test (IIT) 2025 merilis rata-rata skor IQ dari lebih dari 1,3 juta partisipan di seluruh dunia. Data tersebut tidak hanya menggambarkan kemampuan kognitif individu, tetapi juga memberikan gambaran umum kondisi pendidikan, sosial, dan ekonomi suatu negara.

Dalam laporan terbaru ini, sejumlah negara tercatat memiliki rata-rata skor IQ paling rendah. Faktor seperti akses pendidikan, stabilitas politik, hingga kondisi ekonomi disebut turut memengaruhi capaian tersebut. Di sisi lain, posisi Indonesia juga menarik perhatian karena berada di peringkat ke-12 dalam daftar negara dengan skor IQ terendah.

Somalia menempati posisi pertama sebagai negara dengan rata-rata IQ terendah, yakni 83,84 berdasarkan data IIT 2025. Kondisi konflik berkepanjangan dan keterbatasan akses pendidikan menjadi tantangan utama. UNESCO mencatat berbagai hambatan seperti kemiskinan, jarak sekolah yang jauh, hingga norma sosial yang masih membatasi pendidikan anak perempuan.

Di posisi berikutnya terdapat Timor-Leste dengan skor 86,70. Meski pemerintah menjadikan pendidikan sebagai prioritas, negara ini masih menghadapi kendala seperti fasilitas sekolah yang terbatas, tingginya angka putus sekolah, serta tantangan geografis di wilayah pedesaan.

Rwanda berada di peringkat ketiga dengan skor 86,90. Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan pendidikan cukup baik di Afrika Sub-Sahara, kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa masih perlu ditingkatkan. Selain itu, metode pembelajaran tradisional juga masih mendominasi.

Nikaragua menyusul dengan skor 87,85. Ketimpangan sosial dan ketidakstabilan politik menjadi faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan. Kondisi serupa juga terlihat di Angola dengan skor 87,98, di mana rendahnya investasi pendidikan dan tingginya angka anak tidak bersekolah menjadi tantangan utama.

Gabon yang dikenal sebagai produsen minyak di Afrika mencatat skor 88,35. Namun, tingkat kemiskinan yang masih tinggi berdampak pada akses pendidikan. Uganda berada sedikit di atasnya dengan skor 88,49, meski tingkat literasi telah menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Republik Demokratik Kongo mencatat skor 88,60, dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik dan minimnya infrastruktur. Afghanistan juga masuk dalam daftar dengan skor 89,31, di tengah krisis sosial dan bencana alam yang memperburuk sistem pendidikan. Sementara Tanzania melengkapi 10 besar dengan skor 89,57, meski telah berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.

Indonesia berada di posisi ke-12 dengan skor rata-rata 89,96 berdasarkan IIT 2025. Angka ini menunjukkan posisi Indonesia masih berada di kelompok bawah dalam peringkat global, meski tidak termasuk 10 negara dengan skor terendah. Sebagai perbandingan, dalam data Lynn/Becker 2019, Indonesia berada di peringkat 69 dengan skor 78,49.

Perlu dipahami bahwa skor IQ suatu negara tidak berdiri sendiri. Banyak faktor eksternal yang berperan, mulai dari kualitas pendidikan, gizi anak, lingkungan sosial, hingga stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, data ini lebih tepat dilihat sebagai indikator umum yang mencerminkan kondisi pembangunan manusia.

Di sisi lain, daftar negara dengan skor IQ tertinggi masih didominasi wilayah Asia Timur. Hong Kong menempati posisi teratas dengan skor 107,73, diikuti Korea Selatan (106,97) dan China (106,58). Jepang, Taiwan, dan Singapura juga masuk dalam jajaran teratas dengan skor di atas 100.

Perbedaan ini menunjukkan adanya kesenjangan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia antarnegara. Negara dengan sistem pendidikan kuat dan investasi tinggi pada pengembangan manusia cenderung mencatat skor lebih tinggi.

Baca Juga: Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*