PGI Jateng Dorong Golf Jadi Sport Tourism Semarang

PGI Semarang resmi dilantik dan menargetkan prestasi maksimal di Porprov Jateng lewat pembinaan atlet dan penguatan kompetisi golf.
Wakil Ketua Pengprov PGI Jawa Tengah, Mohammad Saleh saat melantik pengurus PGI Kota Semarang periode 2026-2030 di Semarang Royale Golf, Jumat (17-07-2026) malam

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Upaya menjadikan golf sebagai bagian dari penggerak pariwisata olahraga di Jawa Tengah mulai menguat, seiring dilantiknya pengurus baru Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Semarang periode 2026–2030. Momentum ini tidak sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menandai arah baru pengembangan golf sebagai kombinasi antara prestasi olahraga dan potensi wisata.

Pelantikan yang berlangsung di Semarang Royale Golf, Jumat (17-07-2026) malam, menjadi titik awal komitmen untuk membangun ekosistem golf yang lebih kompetitif dan inklusif. Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI Jawa Tengah secara resmi mengukuhkan jajaran baru, sekaligus menyampaikan sejumlah arahan strategis.

Wakil Ketua Pengprov PGI Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menekankan pentingnya menjadikan golf sebagai daya tarik wisata olahraga. Ia melihat potensi besar dari banyaknya pegolf luar daerah hingga mancanegara yang datang ke Semarang. “PGI Jateng harus menjadikan golf sebagai sport tourism , dengan banyaknya pegolf jakarta, surabaya dan luar negeri yang bermain golf di semarang sekaligus liburan bersama keluarga” ujarnya.

Selain aspek pariwisata, ia juga mendorong peningkatan intensitas kompetisi serta pembinaan atlet muda. “Perbanyak turnamen antar Club golf sehingga terjalin keakraban dan prestasi antar Club Pembinaan atlet atlet yunior untuk menjadi atlet andalan Jateng, bahkan berprestasi hingga internasional” tambahnya.

Ketua PGI Kota Semarang, Asrar, menyampaikan bahwa tanggung jawab yang diemban kepengurusan baru cukup besar dan membutuhkan kerja nyata. “Ini merupakan amanah yang sangat besar bagi kami. Fokus utama kami adalah bagaimana prestasi atlet-atlet golf Kota Semarang dapat terus meningkat,” ujarnya usai pelantikan.

Dalam menjalankan visi tersebut, PGI Kota Semarang telah menyiapkan tiga program utama. Pertama, memperkuat pembinaan atlet usia dini dan junior guna memastikan keberlanjutan prestasi. Regenerasi atlet dinilai menjadi faktor penting agar Semarang tidak hanya bergantung pada atlet senior.

Program kedua adalah memperbanyak penyelenggaraan turnamen. Kompetisi yang rutin dinilai mampu meningkatkan jam terbang atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap golf. Selama ini, olahraga tersebut masih kerap dianggap eksklusif dan kurang terjangkau.

Adapun program ketiga berfokus pada kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari klub golf, pengelola lapangan, hingga driving range. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan dan lebih terstruktur.

Dalam waktu dekat, perhatian PGI Kota Semarang juga tertuju pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Target ambisius pun dipasang untuk cabang olahraga golf. “Kami akan mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk Porprov Jawa Tengah. Target kami adalah meraih hasil terbaik dan membawa pulang seluruh medali yang dipertandingkan pada cabang olahraga golf,” tegas Asrar.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang. Ketua Umum KONI, Arnaz Agung Andrarasmara, berharap PGI mampu melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus meningkatkan prestasi ke level lebih tinggi. “Hari ini alhamdulillah pelantikan PGI tahun 2026–2030 telah berlangsung. Harapan saya ke depan, PGI bisa meneruskan perjuangan para pendahulunya, terutama dalam sisi prestasi,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya regenerasi atlet sebagai tantangan utama yang harus segera diatasi. Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti pada atlet yang sudah ada, tetapi harus terus mencetak talenta baru. “Harapan saya, ke depan atlet-atlet tersebut tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional,” harapnya.

Pemerintah Kota Semarang juga menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga golf. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi olahraga menjadi kunci utama dalam menciptakan atlet berkualitas. “Kerja sama yang erat antara pemerintah dan pengurus olahraga merupakan kunci utama untuk melahirkan talenta-talenta baru yang berkualitas,” tegasnya.

Secara umum, golf memang memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait fasilitas dan biaya yang relatif tinggi dibanding cabang olahraga lain. Namun, perkembangan fasilitas seperti driving range serta program pembinaan usia dini mulai membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal olahraga ini.

Kota Semarang berpotensi menjadi salah satu pusat kekuatan golf di Jawa Tengah. Tidak hanya dari sisi prestasi atlet, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik wisatawan domestik hingga internasional.

Baca Juga: PGI Semarang Dilantik, Target Borong Medali Porprov

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*