WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert untuk Deteksi Penipuan Otomatis

Ilustrasi, WhatsApp tengah mengembangkan fitur Scam Alert untuk mendeteksi pesan penipuan secara otomatis langsung di perangkat pengguna tanpa mengganggu privasi.

WhatsApp tengah mengembangkan fitur Scam Alert untuk mendeteksi pesan penipuan secara otomatis langsung di perangkat pengguna tanpa mengganggu privasi.

JOSS.CO.ID – WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert yang mampu mendeteksi pesan mencurigakan secara otomatis, khususnya dari kontak yang tidak dikenal. Fitur ini pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo dalam versi beta terbaru WhatsApp untuk Android (versi 2.26.22.2) yang tersedia di Google Play Store.

Dengan fitur ini, pengguna akan mendapatkan peringatan langsung di dalam chat jika sistem mendeteksi potensi penipuan. Scam Alert akan menampilkan banner peringatan dan memberikan opsi bagi pengguna untuk memblokir, melaporkan, atau tetap melanjutkan percakapan.

Peningkatan kasus penipuan online di berbagai aplikasi pesan menjadi latar belakang pengembangan fitur ini. Dengan lebih dari 3 miliar pengguna, WhatsApp menjadi salah satu platform yang paling sering menjadi target pelaku kejahatan digital.

Salah satu aspek penting dari Scam Alert adalah cara kerjanya yang sepenuhnya dilakukan di perangkat pengguna. Menurut WABetaInfo, WhatsApp tidak mengunggah isi pesan ke server Meta untuk dianalisis. Seluruh proses deteksi dilakukan secara lokal sehingga tetap kompatibel dengan sistem enkripsi end-to-end. Artinya, tidak ada pihak ketiga, termasuk Meta, yang dapat mengakses isi pesan yang dianalisis.

Teknologi ini menggunakan pemrosesan langsung di perangkat (on-device processing), mirip dengan fitur transkripsi pesan suara milik WhatsApp. Perusahaan juga mengembangkan model analisis teks dan suara ini secara mandiri tanpa melibatkan penyedia AI pihak ketiga, sehingga menjaga privasi pengguna tetap terjamin.

Selain itu, fitur ini bekerja secara diam-diam. Pengirim pesan tidak akan mengetahui apakah pesan mereka telah ditandai sebagai potensi penipuan, sehingga mengurangi kemungkinan pelaku menyesuaikan strategi mereka.

Cara Kerja Scam Alert di WhatsApp

Saat pengguna menerima pesan dari kontak yang tidak dikenal, sistem Scam Alert akan langsung menganalisis isi pesan tersebut secara real-time. Jika ditemukan pola mencurigakan, maka akan muncul peringatan di dalam chat dengan tulisan: “This may be a scam.”

Pengguna kemudian diberikan dua pilihan, yaitu memblokir dan melaporkan kontak tersebut, atau tetap mempercayai percakapan dan melanjutkannya. Seluruh data analisis disimpan hanya di perangkat pengguna dan tidak pernah dibagikan ke WhatsApp.

Pengguna Tetap Memegang Kendali

WhatsApp menegaskan bahwa Scam Alert dirancang untuk memberikan informasi, bukan membatasi pengguna. Fitur ini tidak akan secara otomatis memblokir pengirim atau menghapus pesan yang terdeteksi mencurigakan.

Peringatan yang muncul juga akan menjelaskan bahwa pesan berasal dari luar daftar kontak pengguna. Namun, jika pengguna memilih untuk tetap melanjutkan percakapan, maka chat tetap berjalan normal tanpa gangguan.

WhatsApp juga menambahkan fitur transparansi berupa log aktivitas lokal. Log ini mencatat setiap kali Scam Alert aktif dan hanya tersimpan di perangkat pengguna. Pengguna dapat mengaksesnya melalui pengaturan aplikasi untuk melihat riwayat deteksi. Jika tidak ada aktivitas mencurigakan, laporan juga akan menampilkan informasi tersebut.

Fitur Opsional dan Masih Dalam Pengembangan

Scam Alert bersifat opsional dan tidak aktif secara default. Pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan WhatsApp. Setelah diaktifkan, fitur akan berjalan otomatis di latar belakang.

Per 2 Juni 2026, fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia bagi penguji beta. Meski demikian, keberadaannya dalam kode sumber versi beta Android menunjukkan bahwa WhatsApp tengah serius menggarap fitur ini.

Hingga saat ini, WhatsApp belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran baik untuk versi beta maupun versi stabil. Fitur ini diperkirakan akan hadir lebih dulu di Android, sementara ketersediaan untuk iOS masih belum dikonfirmasi.

Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh Q1 2026 Didukung Lonjakan AI Global

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*