Proyek Tol Yogyakarta Bawen diproyeksikan memangkas waktu tempuh Jogja-Semarang jadi 1 jam serta dorong pariwisata dan logistik.
JOGJA, JOSS.CO.ID — Perjalanan darat dari Yogyakarta ke Semarang segera menjadi jauh lebih cepat dengan hadirnya Tol Yogyakarta Bawen. Jika sebelumnya perjalanan memakan waktu sekitar 3–4 jam, kini diproyeksikan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Yogyakarta Bawen ini memiliki panjang total 75,12 kilometer. Kehadiran jalan tol ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pembangunan Tol Yogyakarta Bawen turut melibatkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang memperoleh kontrak baru senilai Rp2,1 triliun. Perusahaan ini mengerjakan Seksi 3 yang menghubungkan Simpang Susun Magelang hingga Simpang Susun Borobudur sepanjang 8,1 kilometer.
Dalam pengerjaannya, Waskita Karya tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Proyek ini mencakup pembangunan jalur utama, akses jalan, simpang susun, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), terowongan, hingga struktur beton.
Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menegaskan pentingnya proyek Tol Yogyakarta Bawen dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya akses menuju kawasan Borobudur.
“Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya,” ujar Ari.
Keberadaan simpang susun di Magelang dan Borobudur menjadi akses utama menuju kawasan wisata prioritas nasional. Selain itu, jalan tol ini juga dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri yang selama ini sering dilalui kendaraan pribadi dan truk logistik.
Dengan adanya Tol Yogyakarta Bawen, distribusi barang dan jasa diperkirakan menjadi lebih lancar. Dampaknya, peluang investasi di wilayah sekitar meningkat dan pelaku UMKM berpotensi mendapatkan pasar yang lebih luas.
Dalam proses konstruksi, tantangan utama adalah lokasi pekerjaan yang berada di area lalu lintas aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan sistem Traffic Management Plan (TMP) serta pengalihan arus kendaraan guna menjaga keselamatan dan kelancaran.
Selain itu, digunakan teknologi roboflagman untuk membantu pengaturan lalu lintas secara otomatis di area proyek. Teknologi ini mampu bekerja secara konsisten dalam berbagai kondisi cuaca.
Waskita Karya juga menerapkan inovasi curing automatic untuk menjaga kualitas beton dengan penyiraman otomatis selama masa perawatan. Teknologi lain yang digunakan adalah deflection warning system, yaitu sensor digital untuk memantau kondisi struktur secara real-time.
“Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan Proyek Strategis Nasional ini secara tepat waktu dan dengan hasil terbaik. Pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memperkuat kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memajukan bangsa,” pungkas Ari.

Leave a Reply