The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Diproyeksi Naik

Ilustrasi, The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Juni 2026, sementara inflasi AS diproyeksi naik menjadi 3,6% di tengah ekonomi yang masih solid.

The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Juni 2026, sementara inflasi AS diproyeksi naik menjadi 3,6% di tengah ekonomi yang masih solid.

JOSS.CO.ID – The Fed tahan suku bunga dalam kisaran 3,5%-3,75% pada 17 Juni 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Federal Open Market Committee (FOMC) dan disetujui secara bulat dengan suara 12-0.

Kebijakan The Fed ini menunjukkan bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berhati-hati dalam merespons kondisi ekonomi global, terutama di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Ekonomi AS Tetap Tumbuh Solid

Dalam pernyataan resminya, FOMC menyebut aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh solid meskipun ketidakpastian meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan proyeksi terbaru, pertumbuhan ekonomi AS pada 2026 diperkirakan mencapai 2,2%. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan berada di level 4,3%.

Kondisi ini memperkuat alasan The Fed tahan suku bunga, karena ekonomi dinilai masih cukup kuat meskipun tekanan global meningkat.

Inflasi AS Naik Jadi Perhatian Utama

Di sisi lain, inflasi AS justru diproyeksikan meningkat. Inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada 2026 diperkirakan mencapai 3,6%.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya pada Maret 2026 sebesar 2,7%. Kenaikan ini menunjukkan tekanan harga masih menjadi tantangan utama bagi The Fed.

Selain itu, inflasi inti (Core PCE) juga diperkirakan berada di level 3,3%, yang masih jauh di atas target jangka panjang sebesar 2%.

The Fed menilai kenaikan inflasi dipengaruhi oleh gangguan pasokan serta kenaikan harga energi

Proyeksi Suku Bunga Masih Tinggi

Kebijakan The Fed tahan suku bunga juga tercermin dalam proyeksi suku bunga ke depan. Federal Reserve memperkirakan suku bunga acuan pada akhir 2026 berada di level 3,8%.

Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 3,4%, menandakan kebijakan moneter kemungkinan tetap ketat untuk menekan inflasi.

Kebijakan The Fed Tetap Fleksibel

Federal Reserve menegaskan bahwa kebijakan moneter selanjutnya akan tetap berfokus pada stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja maksimum.

Namun, bank sentral AS juga mengakui bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi. Konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, arah kebijakan The Fed ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru.

Catatan Penting bagi Investor

– Federal Funds Rate: 3,5%-3,75%
– Tingkat Bunga Cadangan Bank (IORB): 3,65%
– Proyeksi Inflasi PCE AS 2026: 3,6%
– Proyeksi Pertumbuhan GDP AS 2026: 2,2%
– Tingkat Pengangguran AS 2026: 4,3%

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*