MTQ Nasional 2026 di Semarang Dimatangkan, Kemenag Fokus Sukses Total

Ilustrasi, Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang terus dimatangkan oleh Kemenag dan Pemprov Jateng, fokus sukses penyelenggaraan hingga prestasi peserta.
Ilustrasi, Masjid Agung Jawa Tengah

Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang terus dimatangkan oleh Kemenag dan Pemprov Jateng, fokus sukses penyelenggaraan hingga prestasi peserta.

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan MTQ Nasional 2026 Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI ini diproyeksikan menjadi perhelatan besar tingkat nasional dengan kesiapan matang dari berbagai aspek.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam memastikan kesuksesan MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah. Rapat koordinasi yang digelar menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat.

“Kami berharap MTQ Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses dalam seluruh aspek pelaksanaannya,” ujar Abu Rokhmad dalam Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, MTQ Nasional bukan sekadar kompetisi tilawah, tetapi juga sarana memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Event nasional ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus membangun generasi Qurani sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Abu Rokhmad juga menyoroti objektivitas penilaian dalam MTQ Nasional 2026, khususnya pada cabang tilawah yang dinilai transparan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas peserta MTQ Nasional di Semarang, Kemenag mendorong pelaksanaan training center (TC) secara lebih intensif dan berkelanjutan. Selain itu, kondisi kesehatan peserta juga menjadi perhatian penting dalam proses pembinaan.

“Kalau memungkinkan, training center dilakukan lebih intensif lagi. Kesehatan peserta juga harus dipantau dengan baik. Intinya adalah latihan yang terus-menerus dan berkesinambungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad mengibaratkan MTQ Nasional 2026 seperti kompetisi besar yang membutuhkan strategi matang, termasuk pemetaan potensi peserta yang berpeluang meraih prestasi.

“Saya berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus jeli dan melihat MTQ ini seperti Piala Dunia. Coach harus mampu melihat cabang mana yang berpotensi menghasilkan medali. Mulai sekarang harus ada target-target yang realistis untuk dicapai,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, menekankan pentingnya sinkronisasi panitia pusat dan daerah dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

“Panitera memiliki peran krusial untuk memastikan kesesuaian antara peserta yang tampil dengan nomor urutnya. Oleh karena itu, kita akan sinkronkan panitia pusat dan provinsi melalui rapat pertemuan khusus antara panitera dan MC,” kata Rifal.

Selain kesiapan teknis, panitia MTQ Nasional 2026 juga diminta memastikan pelayanan tamu, pendampingan liaison officer (LO), serta kesiapan venue berjalan optimal. Evaluasi dari penyelenggaraan MTQ sebelumnya menjadi bahan penting untuk mengantisipasi kendala.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, menambahkan bahwa Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2026 juga tengah mempersiapkan peluncuran logo dan maskot resmi.

“Hari ini kita mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, termasuk para Ketua LPTQ, agar semuanya mendapatkan arahan terkait persiapan MTQ Nasional. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah harus terus melangkah dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar Saiful.

Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan semangat perhelatan MTQ Nasional 2026 Semarang.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, BAZNAS, serta panitia MTQ Nasional 2026. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan, pembinaan peserta, hingga dukungan lintas sektor berjalan optimal demi suksesnya MTQ Nasional 2026 di Semarang.

Baca Juga: Launching Konsil Veteriner Indonesia di Semarang, Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Nasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*