Misteri 17 Jam di Dalam Tenda, Satu Keluarga Ditemukan Tewas Saat Glamping di Temanggung

Ilustrasi, Polisi ungkap kronologi kematian satu keluarga di Posong Temanggung. Dugaan sementara keracunan gas atau makanan, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi

Polisi ungkap kronologi kematian satu keluarga di Posong Temanggung. Dugaan sementara keracunan gas atau makanan, hasil lab masih ditunggu.

TEMANGGUNG, JOSS.CO.ID – Kasus meninggalnya satu keluarga asal Kelurahan Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang, di kawasan wisata Posong, Temanggung, mulai menemukan titik terang. Polisi kini telah menyusun kronologi kejadian untuk mengungkap penyebab pasti tewasnya empat korban yang ditemukan di dalam tenda perkemahan.

Empat korban diketahui bernama Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16). Mereka ditemukan oleh petugas wisata pada Rabu (27/5/2026) sore dalam kondisi meninggal dunia dan tubuh telah kaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa penyusunan timeline menjadi langkah penting untuk mencocokkan temuan di lokasi kejadian dengan hasil analisis medis.

Kronologi Kejadian di Posong

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, berikut rangkaian peristiwa yang berhasil dihimpun:

Selasa, 26 Mei 2026 pukul 22.00 WIB, keluarga tiba di area camping Posong menggunakan mobil pribadi dan langsung mendirikan tenda.

Pada malam hari, mereka memasak barbekiu di depan pintu tenda menggunakan kompor gas portabel dan tungku briket.

Setelah selesai memasak, keluarga masuk ke dalam tenda untuk beristirahat karena suhu dingin. Sebelum tidur, seluruh pintu dan ventilasi tenda ditutup rapat.

Diduga, asap dari proses pembakaran barbekiu terjebak di dalam tenda yang tertutup rapat.

Rabu, 27 Mei 2026 pukul 11.45 WIB, petugas wisata mencoba membangunkan korban untuk proses check out, namun tidak ada respons.

Pukul 15.00 WIB, petugas kembali datang karena curiga dan membuka paksa tenda.

Pukul 15.15 WIB, keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam tenda.

Dugaan Penyebab Kematian

Polisi mengungkap dua kemungkinan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim forensik, yaitu keracunan makanan atau keracunan gas karbon monoksida (CO).

“Baik, dari hasil pemeriksaan sementara dari tim kedokteran forensik sudah menjelaskan bahwa kemungkinan dugaannya ada dua, yaitu dari keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan oleh satu keluarga tersebut,” ujar Komang Mahendra Deputra.

Kompor gas dan tungku briket ditemukan berada di depan pintu tenda. Saat tenda tertutup rapat, gas karbon monoksida yang tidak berwarna dan tidak berbau diduga memenuhi ruang tenda saat korban sedang tidur.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan atau muntahan pada tubuh korban.

Keterangan Keluarga dan Pemerintah

Pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Kami masih menantikan hasil lab tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kematian keluarga mas Ali. Informasinya memang meninggal karena keracunan, tapi ini antara keracunan CO gas atau keracunan makanan karena sianida,” kata Robachul Muslim.

Ia juga menyebut kecil kemungkinan adanya tindak kriminal karena seluruh barang berharga korban masih utuh.

Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Temanggung menyampaikan bahwa fasilitas memasak di Posong sebenarnya telah disediakan di area terbuka.

“Asap (pembakaran) itu pasti ke udara. Kejadian ini tidak masuk akal buat kami karena sudah bertahun-tahun seperti itu dan belum ada temuan kasus. Kejadian di Posong ini untuk kami evaluasi secara menyeluruh,” ujar Arbai Nur Mochamad.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dari Polda Jawa Tengah. Setelah proses selesai, jenazah korban akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Ambarawa.

Baca Juga: Viral Pocong Begal di Jateng, Polisi Tegaskan Hoaks

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*