
Rute kereta api Jakarta Semarang mencatat 21 perjalanan per hari, mendukung mobilitas wisata dan ekonomi Kota Semarang.
SEMARANG, JOSS.CO.ID – Kereta api Jakarta Semarang menjadi jalur dengan frekuensi perjalanan tertinggi menuju Kota Semarang. Setiap hari terdapat 21 perjalanan yang menghubungkan ibu kota dengan kota terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Data tersebut merupakan bagian dari total 58 perjalanan kereta api yang melayani konektivitas dari berbagai daerah menuju Semarang setiap harinya. Tingginya jumlah perjalanan ini memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu simpul transportasi penting di Pulau Jawa.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan posisi strategis Semarang di jalur pantai utara Jawa membuat kota ini memiliki akses transportasi kereta yang sangat beragam.
“Semarang memiliki konektivitas yang sangat baik melalui transportasi kereta api,” ujar Luqman.
“Masyarakat dari ujung barat seperti Jakarta hingga ujung timur Pulau Jawa seperti Banyuwangi, dan kota-kota lainnya memiliki banyak pilihan perjalanan menuju Semarang setiap hari sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien,” sambungnya.
Selain rute kereta api Jakarta Semarang dengan 21 perjalanan per hari, Surabaya menempati posisi kedua dengan 15 perjalanan. Disusul Solo sebanyak delapan perjalanan, Purwokerto lima perjalanan, Malang empat perjalanan, Bandung tiga perjalanan, serta masing-masing satu perjalanan dari Jember dan Ketapang.
Beragam layanan kereta tersedia untuk mendukung konektivitas tersebut. Dari arah Jakarta, masyarakat dapat menggunakan KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu. Sementara dari Surabaya tersedia KA Anggrek, KA Sembrani, dan KA Anjasmoro. Untuk wilayah Banyuwangi dilayani KA Blambangan Ekspres, sedangkan dari wilayah selatan terdapat KA Joglosemarkerto dan KA Kamandaka.
Menurut Luqman, banyaknya jadwal perjalanan kereta api Jakarta Semarang dan rute lainnya memberikan fleksibilitas tinggi bagi masyarakat.
“Dengan banyaknya pilihan jadwal perjalanan, pelanggan memiliki fleksibilitas untuk tiba di Semarang pada pagi hari, menikmati berbagai destinasi wisata, kemudian kembali ke kota asal pada malam hari,” kata Luqman.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat jumlah wisatawan selama Januari hingga April 2026 mencapai 4.750.237 orang. Sementara itu, jumlah penumpang kereta api dari dan menuju stasiun di wilayah Semarang mencapai 2.469.967 orang atau sekitar 52 persen dari total wisatawan.
Angka ini menunjukkan peran penting kereta api Jakarta Semarang dan rute lainnya dalam mendukung mobilitas wisatawan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Semarang memiliki kombinasi yang lengkap antara aksesibilitas yang baik dan beragam destinasi wisata yang menarik. Dengan dukungan konektivitas kereta api yang kuat, masyarakat dapat berkunjung ke Semarang dengan lebih mudah, nyaman, dan efisien sehingga semakin mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke kota ini,” jelas Luqman.
Ia menambahkan, kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta akses yang dekat dengan pusat aktivitas.
Selain itu, KAI juga menghadirkan diskon 30 persen untuk perjalanan KA Ekonomi Komersial dengan periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026, bertepatan dengan masa libur sekolah.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk bepergian menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Dengan adanya promo diskon 30 persen serta banyaknya pilihan perjalanan menuju Semarang, liburan keluarga kini menjadi lebih mudah untuk direncanakan,” tutup Luqman.

Leave a Reply