
Iran tangguhkan negosiasi damai dengan AS di tengah konflik Timur Tengah, harga minyak melonjak dan Wall Street melemah.
JOSS.CO.ID – Iran resmi menangguhkan seluruh pembicaraan damai dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator pada Senin (1/6/2026). Keputusan ini dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut diambil karena kedua pihak masih memiliki perbedaan signifikan terkait upaya mengakhiri konflik, terutama menyangkut situasi di Lebanon dan serangan terbaru yang melibatkan Israel serta AS.
“Mengingat kejahatan berkelanjutan rezim Zionis (Israel) di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat untuk gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini sekarang telah dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim negosiasi Iran menangguhkan dialog dan pertukaran teks melalui mediator,” lapor laman itu menyebut pemerintah Iran, dimuat AFP.
Ketegangan Militer Kian Meningkat
Sebelumnya, kondisi gencatan senjata antara kedua negara memang sudah dalam situasi rapuh. Bahkan pada akhir pekan, Iran dan AS terlibat aksi saling serang.
Militer AS mengklaim telah melakukan “serangan bela diri” terhadap fasilitas radar dan kendali drone milik Iran. Serangan tersebut merupakan yang ketiga dalam kurun waktu lebih dari sepekan, sebagai respons atas jatuhnya drone MQ-1 milik AS.
Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan pangkalan udara yang digunakan militer AS. Meski tidak menyebut lokasi spesifik, militer Kuwait melaporkan telah mencegat “serangan rudal dan drone musuh” di wilayahnya.
Israel Perluas Operasi ke Lebanon
Di sisi lain, Israel juga meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Pasukan Israel dilaporkan melakukan serangan darat hingga menguasai benteng bersejarah Beaufort.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah tersebut sebagai “pergeseran dramatis” dan menegaskan akan melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah dengan penetrasi yang lebih dalam ke wilayah Lebanon.
Pada hari yang sama, Israel mengeluarkan peringatan kepada warga di pinggiran selatan Beirut untuk segera mengungsi karena serangan lanjutan akan dilakukan.
“Pasukan Pertahanan Israel memperingatkan warga daerah Dahiyeh di Beirut dan menyerukan mereka untuk mengungsi demi keselamatan mereka. Jika teroris Hizbullah terus meluncurkan roket ke arah kota-kota Israel, IDF akan merespons dengan menargetkan sasaran di Dahiyeh selatan,” kata juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, pada X.
Dampak Global: Minyak Naik, Wall Street Melemah
Situasi geopolitik yang memanas langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak dunia melonjak hingga 5% setelah pengumuman penangguhan negosiasi.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan. Indeks Dow Jones tercatat turun 0,4%, S&P 500 melemah 0,2%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,1%.
Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, terutama di sektor energi.

Leave a Reply