IKM FIB UI Tegaskan Mahasiswa UI Ikut Kunker Gibran Bersifat Personal

IKM FIB UI menegaskan mahasiswa UI yang ikut kunjungan kerja Gibran ke NTT, Gorontalo, dan Papua bertindak secara personal, bukan mewakili kampus.

IKM FIB UI menegaskan mahasiswa UI yang ikut kunker Gibran ke NTT, Gorontalo, dan Papua bertindak secara personal, bukan mewakili kampus.

JOSS.CO.ID – Aliansi Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (IKM FIB UI) merespons keterlibatan mahasiswa UI ikut kunker Gibran Rakabuming Raka dalam agenda kenegaraan di sejumlah daerah.

Kunjungan kerja Wakil Presiden RI tersebut mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, hingga Papua. Dalam agenda itu, Gibran turut mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” kata Gibran di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (17/6), dalam siaran pers.

Mahasiswa yang ikut dalam kunjungan kerja Gibran tersebut antara lain Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.

IKM FIB UI Beri Klarifikasi

Menanggapi isu mahasiswa UI ikut kunker Gibran, Aliansi IKM FIB UI memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram pada Jumat (19/6).

Dalam pernyataan tersebut, IKM FIB UI membenarkan bahwa Daffa Ulhaq merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Namun, keikutsertaannya disebut bukan representasi lembaga kampus.

“Kehadiran, partisipasi, maupun penggunaan atribut kampus berupa jaket almamater UI olah sayang bersangkutan dalam agenda kenegaraan tersebut dilakukan dalam kapasitas personal dan sama sekali tidak mewakili sikap IKM FB UI, BEM FB UI, maupun seluruh Himpunan Mahasiswa Departemen/Program Studi di lingkungan FB UI,” tulis pernyataan resmi Aliansi IKM FIB UI.

IKM FIB UI juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas mahasiswa UI ikut kunjungan kerja Gibran tersebut berada di luar koordinasi organisasi kemahasiswaan.

“Segala bentuk tindakan yang bersangkutan dalam kegiatan tersebut murni merupakan insiatif kapasitas personal atau terafiliasi dengan penugasan pihak eksternal, yang sepenuhnya berada di luar garis koordinasi, wewenang, dan persetujuan lembaga kemahasiswaan intra-kampus FIB UI,” lanjut pernyataan tersebut.

Agenda Kunjungan Kerja Gibran

Kunjungan kerja Gibran ke sejumlah daerah ini merupakan bagian dari evaluasi program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gibran telah melakukan peninjauan Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo pada Jumat (19/6). Selain itu, ia juga membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 pada Sabtu (20/6).

Sebelumnya, Gibran juga meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Isu mahasiswa UI ikut kunker Gibran pun menjadi sorotan publik, terutama terkait posisi mahasiswa dalam agenda kenegaraan. Namun, klarifikasi dari IKM FIB UI menegaskan bahwa keterlibatan tersebut bersifat individual dan tidak mewakili institusi kampus.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Jawa 2026: PLN Jelaskan Penyebab dan Pemulihan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*