Gramedia Jalma Semarang Jadi Destinasi Baru Pecinta Buku dan Komunitas

Gramedia Jalma Semarang hadir dengan konsep toko buku modern sekaligus ruang komunitas, lengkap dengan kafe dan fasilitas interaktif di Jalan Pandanaran.
Foto: KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah

Gramedia Jalma Semarang hadir dengan konsep toko buku modern sekaligus ruang komunitas, lengkap dengan kafe dan fasilitas interaktif di Jalan Pandanaran.

SEMARANG, JOSS.COID – Gramedia resmi menghadirkan wajah baru toko bukunya di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, melalui konsep inovatif bernama Gramedia Jalma. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi membeli buku, tetapi juga dirancang sebagai ruang interaktif bagi masyarakat dan komunitas.

Mengutip dari Kompas.com, PR Manager Gramedia, Rezza Patria Wibowo, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan transformasi dari toko buku konvensional menjadi ruang sosial yang lebih hidup.

“Kalau sebelumnya Gramedia reguler konsepnya bookstore, orang datang untuk membeli lalu pulang. Kalau Gramedia Jalma ini berbeda. Kata ‘jalma’ diambil dari bahasa Sanskerta yang artinya manusia,” kata Rezza saat ditemui di sela-sela acara soft opening Gramedia Jalma Semarang, Jumat (5/6/2026) malam.

Suasana Ramai dan Multifungsi

Gedung berlantai dua ini dipadati pengunjung sejak hari pertama. Pengunjung terlihat tidak hanya berburu buku, komik, dan merchandise, tetapi juga memanfaatkan ruang untuk bekerja, membaca, hingga bersantai sambil menikmati kopi.

Konsep ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang mencari ruang publik nyaman dan produktif.

“Harapannya selain jadi store Gramedia, ini juga menjadi hub bagi komunitas dan orang-orang yang ingin berkumpul. Akan banyak aktivitas komunitas dan event yang mendukung,” ujarnya.

Salah satu program komunitas yang dihadirkan adalah Heritage Hunter, yang mengajak peserta menjelajahi ikon kota sambil mempelajari sejarahnya.

Rezza menambahkan bahwa konsep ini terinspirasi dari negara seperti Korea dan Jepang, di mana toko buku menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Kami melihat di negara seperti Korea dan Jepang, toko buku tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mendukung budaya membaca melalui desain ruang dan aktivitas yang dihadirkan. Jadi tidak semata-mata transaction based,” kata Rezza menjelaskan.

Fasilitas Modern dan Nyaman

Head of Store Experience Gramedia Jalma Semarang, Chris Wahyu, mengungkapkan bahwa berbagai fasilitas modern disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Fasilitas tersebut meliputi:
– Area kafe
– Creative space
– Meeting room
– Ruang laktasi
– Musala
– Toilet di setiap lantai
– Charging station

“Konsep keseluruhannya baru. Kami ingin pengunjung lebih nyaman berlama-lama di sini,” tutur Wahyu.

Target Pengunjung Tinggi di Akhir Pekan

Gramedia memilih Semarang sebagai lokasi kedua setelah Jakarta karena tingginya antusiasme masyarakat. Pada hari pertama pembukaan, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 4.000 orang.

Selama masa soft opening, Gramedia juga memberikan voucher belanja Rp50 ribu untuk 100 transaksi pertama dengan minimal pembelian Rp100 ribu.

“Harapannya weekend ini bisa mencapai 5.000 pengunjung per hari,” kata Wahyu optimistis.

Ke depan, Gramedia akan terus mengevaluasi respons pengunjung untuk mengembangkan konsep Jalma, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas dan kolaborasi baru.

Baca Juga: Yogyakarta Art Book Fair 2026 Hadir Lebih Besar dengan 43 Exhibitor Internasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*