Gerbang Tol Trihanggo Jogja-Solo Usung Desain Candi Ratu Boko

Gerbang Tol Trihanggo di proyek Tol Jogja-Solo hadir dengan desain unik siluet Candi Ratu Boko dan aksara Jawa, memperkuat identitas budaya Yogyakarta.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman.(Dok. PT Adhi Karya)

Gerbang Tol Trihanggo di proyek Tol Jogja-Solo hadir dengan desain unik siluet Candi Ratu Boko dan aksara Jawa, memperkuat identitas budaya Yogyakarta.

SOLO, JOSS.CO.ID – Gerbang Tol Trihanggo yang menjadi bagian dari proyek Tol Jogja-Solo bakal tampil berbeda dibandingkan gerbang tol pada umumnya.

Sentuhan budaya khas Yogyakarta diwujudkan melalui desain siluet Candi Ratu Boko yang akan menghiasi bangunan gerbang tol tersebut.

Keberadaan ornamen ikonik itu tentu diharapkan berfungsi sebagai identitas visual.

Tak hanya itu, juga menjadi simbol perpaduan antara pembangunan infrastruktur modern dengan kekayaan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan, desain Gerbang Tol Trihanggo merupakan Arah dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Pokoknya kami mundhi dhawuh (mengikuti perintah) dari Karaton saja. Kersane (keinginannya) seperti itu,” jelas Agung (1/6).

Menurut Agung, konsep Candi Ratu Boko tidak hanya diwujudkan melalui ornamen timbul pada bangunan.

Nantinya juga melalui bentuk struktur gerbang yang dibuat bertumpuk menyerupai siluet kompleks candi tersebut.

Selain mengusung siluet Candi Ratu Boko, adapula ciri khas lainnya. Rencananya gerbang tol tersebut juga akan dilengkapi tulisan aksara Jawa dan huruf Latin seperti Trihanggo.

Penggunaan dua jenis tulisan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal Yogyakarta. Khususnya di salah satu pintu masuk kawasan utama perkotaan.

“Gerbang itu mengambil konsep Candi Boko. Kemudian ada tulisan Aksara Jawa dan tulisan Trihanggo untuk tulisan latinnya,” ujarnya.

Agung menambahkan, nama Gerbang Tol Trihanggo nantinya akan dipasang pada dua sisi bangunan. Sehingga dapat terlihat oleh pengguna jalan yang masuk maupun keluar tol.

“Betul, rencana dua muka. Yang dari keluar maupun masuk tol kan kelihatannya nanti. Tulisannya juga dua muka nanti,” katanya.

Keberadaan gerbang tol bernuansa budaya tersebut diharapkan menjadi penanda visual baru di koridor strategis Jogja-Solo.

Selain mendukung fungsi transportasi, desain yang terinspirasi dari salah satu situs bersejarah Yogyakarta itu juga diharapkan memperkuat citra daerah di mata para pengguna jalan.

“Pastilah, nanti jadi ikon yang kita tampilkan persembahan terbaik untuk warga DIY. Ya jadi ikonik bener gitu, gerbang tol yang ada memadukan elemen budayanya,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jateng Perbaiki Jalan di Lokasi-Lokasi Ini pada 2026. Cek Dimana Saja

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*