
Trump menyebut hasil pertemuan dengan Xi Jinping di Beijing bersejarah, namun isu tarif, Taiwan, dan teknologi belum mencapai kesepakatan pasti.
JOSS.CO.ID – Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada Jumat (15 Mei) menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang, namun belum menyentuh isu penting seperti tarif dan Taiwan.
Dikutip Voachinese.com, Trump mengatakan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping menghasilkan capaian besar, terutama terkait komitmen China membeli pesawat Boeing, mesin General Electric, serta produk pertanian dari AS.
“Kami mencapai banyak kesepakatan dagang yang sangat bagus,” kata Trump.
Ia menjelaskan China akan membeli 200 pesawat Boeing dan sekitar 400 hingga 450 mesin GE. Bahkan, jumlah pembelian bisa meningkat hingga 750 pesawat jika pengiriman awal berjalan lancar. Selain itu, China juga akan membeli lebih banyak kedelai dan produk pertanian lainnya dari AS.
Namun, Trump mengakui bahwa pembahasan soal tarif tidak dilakukan dalam pertemuan tersebut.
“Kami tidak membahas tarif.”
Pernyataan ini menarik perhatian karena perpanjangan gencatan tarif selama ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas hubungan dagang kedua negara.
Isu Taiwan Masih Sensitif
Masalah Taiwan menjadi salah satu topik paling sensitif. Trump mengatakan Xi Jinping dengan tegas menolak kemerdekaan Taiwan dan memperingatkan potensi konflik besar.
“Dia (Xi Jinping) tidak ingin melihat adanya upaya kemerdekaan, karena itu akan memicu konfrontasi yang sangat keras. Saya mendengarkan penjelasannya sampai selesai.”
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan komitmen apa pun terkait isu tersebut.
“Saya tidak membuat janji apa pun soal itu.”
Saat ditanya apakah AS akan membela Taiwan jika diserang, Trump menolak menjawab secara tegas.
“Saya tidak akan mengatakannya.”
Bahas Iran dan Teknologi
Dalam isu Iran, Trump menyebut Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan jalur pelayaran di Selat Hormuz harus tetap terbuka. Namun, tidak ada komitmen konkret yang diumumkan.
Trump juga memberi sinyal adanya kemungkinan kemajuan terkait ekspor chip Nvidia ke China, meski belum ada kesepakatan resmi.
Salah satu hasil yang dianggap penting adalah rencana dialog antara AS dan China terkait keamanan kecerdasan buatan (AI), untuk mencegah teknologi canggih jatuh ke pihak yang berbahaya.
Banyak Isu Belum Selesai
Meski ada kesepakatan dagang, sejumlah isu besar masih belum terselesaikan, seperti:
– Perpanjangan gencatan tarif
– Sikap AS terhadap Taiwan
– Kebijakan terkait Iran
– Ekspor teknologi dan chip
– Kerja sama mineral strategis
Laporan resmi dari AS dan China juga menunjukkan perbedaan fokus. AS menekankan perdagangan dan keamanan, sementara China menyoroti stabilitas hubungan dan isu kedaulatan.
Hubungan Lebih Stabil, Tapi Tantangan Masih Ada
Pertemuan ini dinilai membantu meredakan ketegangan dan membuat hubungan kedua negara lebih stabil. Kedua pihak juga sepakat untuk melanjutkan dialog ke depan.
Trump dan Xi diperkirakan akan kembali bertemu dalam beberapa forum internasional tahun ini, termasuk KTT G20 dan APEC.
Meski begitu, para analis menilai masih banyak perbedaan mendasar antara AS dan China yang belum terselesaikan.

Leave a Reply