Tol Yogyakarta–Bawen Percepat Akses Wisata Jogja Solo Semarang

Progres Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 capai 96 persen, percepat akses wisata Jogja Solo Semarang (JoSS) dan dorong ekonomi kawasan JoSS.
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang dikelola PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB). (Instagram/@jasamargajogjabawen.official)

Progres Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 capai 96 persen, percepat akses wisata Jogja Solo Semarang (JoSS) dan dorong ekonomi kawasan JoSS.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen terus menunjukkan progres signifikan, khususnya pada Seksi 6 yang kini telah mencapai 96 persen. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas kawasan Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar), terutama untuk mendukung sektor pariwisata.

Jalan tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Kehadirannya diharapkan mampu mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut, sehingga perjalanan menjadi lebih cepat, singkat, dan nyaman bagi masyarakat.

Melansir unggahan Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dikutip Jumat (1/5), pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen dilakukan secara bertahap dengan capaian yang terus meningkat.

“Ruas ini diharapkan dapat mendukung akses destinasi wisata ikonik serta memperkuat konektivitas menuju kawasan Joglosemar,” tulis keterangan resmi BPJT.

Data BPJT per 31 Maret 2026 mencatat progres konstruksi Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa menuju JC Bawen telah mencapai 96,02 persen. Sementara itu, Seksi 1 yang menghubungkan Yogyakarta dengan Simpang Susun (SS) Banyurejo juga menunjukkan perkembangan dengan progres fisik sebesar 89,80 persen.

Untuk pembebasan lahan, Seksi 2 telah mencapai 92,42 persen, Seksi 3 sebesar 81,34 persen, Seksi 4 mencapai 68,22 persen, dan Seksi 5 berada di angka 26,61 persen.

Jalan Tol Yogyakarta–Bawen merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan panjang total 75,12 kilometer, jalan tol ini tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan efisiensi logistik.

“Jalan tol ini dibangun sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan kawasan strategi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, seperti Wisata Sejarah Ambarawa dan Candi Borobudur,” terang BPJT.

Secara teknis, jalan tol ini dirancang dengan kecepatan rencana 80 km/jam. Pada tahap awal akan dioperasikan dengan dua lajur dua arah (2×2), dan telah disiapkan untuk pengembangan menjadi tiga lajur (2×3) seiring peningkatan volume kendaraan di masa mendatang.

Menariknya, Seksi 6 Tol Yogyakarta-Bawen (SS Ambarawa-JC Bawen) telah difungsionalkan sementara untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat libur Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026.

Dengan progres yang terus meningkat, proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata di kawasan strategis Pulau Jawa.

Baca Juga:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*