
Tawuran Rusunawa Kaligawe Semarang viral dipicu tantangan di media sosial. Polisi bina 6 remaja dan libatkan orang tua untuk pencegahan.
SEMARANG, JOSS.CO.ID – Polisi mengumpulkan remaja yang terlibat tawuran di Rusunawa Kaligawe, Kota Semarang, yang sempat viral di media sosial. Aksi tersebut diketahui dipicu saling tantang antarkelompok melalui media sosial dan grup percakapan.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, menjelaskan bahwa hasil pendalaman menunjukkan keterlibatan beberapa kelompok remaja dari wilayah berbeda.
“Dalam pendalaman, diketahui tawuran melibatkan kelompok pemuda Kaligawe dan gabungan pemuda dari wilayah Jatingaleh, Simongan, serta Banyumanik,” kata Yuna dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan, bentrokan bermula dari komunikasi di ruang digital yang berujung pertemuan fisik di lapangan.
“Aksi tersebut dipicu saling tantang melalui media sosial dan grup percakapan yang kemudian berujung bentrokan,” lanjutnya.
Polisi mencatat terdapat 13 remaja yang tergabung dalam grup tersebut. Dari jumlah itu, enam remaja yang terlibat langsung telah dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan bersama orang tua mereka.
Kegiatan pembinaan dilakukan di Aula Kantor Kelurahan Kaligawe, Rabu (20/5) malam, dengan melibatkan perangkat kelurahan, Babinsa, tokoh masyarakat, serta orang tua.
Dalam arahannya, Yuna menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial.
“Orang tua harus memastikan anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 EIB, serta tidak membiarkan mereka berkumpul tanpa tujuan yang jelas,” ucapnya.
Selain itu, para remaja juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam grup yang mengarah pada aktivitas negatif seperti gangster maupun tawuran.
“Permasalahan tawuran saat ini banyak dipicu dari saling ejek dan tantangan di media sosial. Karena itu kami tidak hanya melakukan pendalaman terhadap kejadian, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui pembinaan kepada remaja dan orang tua,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di kawasan Rusunawa Kaligawe.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
“Pengawasan dari orang tua, kepedulian lingkungan, serta komunikasi yang baik dengan aparat akan sangat membantu mencegah aksi tawuran maupun kenakalan remaja berulang,” lanjutnya.
Sebelumnya, video tawuran remaja di Rusunawa Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, beredar luas sejak 18 Mei 2026 dan memicu perhatian publik. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan pendalaman sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply