
Spirit Airlines resmi tutup operasional setelah bangkrut akibat lonjakan harga avtur imbas perang Iran. Ribuan pekerja terdampak.
Spirit Airlines Bangkrut, Operasi Dihentikan Total
JOSS.CO.ID – Maskapai penerbangan bertarif rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, resmi menghentikan seluruh operasinya pada Sabtu setelah gagal mendapatkan dukungan kreditor untuk rencana penyelamatan dari pemerintah AS.
Keputusan ini menjadikan Spirit sebagai maskapai pertama yang tumbang akibat dampak langsung perang Iran, yang memicu lonjakan tajam harga bahan bakar jet dalam dua bulan terakhir.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut “penghentian operasional secara tertib” sebagai langkah terakhir setelah tekanan finansial semakin berat.
“Sayangnya, terlepas dari upaya perusahaan, kenaikan harga minyak yang signifikan baru-baru ini dan tekanan lain pada bisnis telah berdampak besar pada prospek keuangan Spirit,” kata Spirit dalam sebuah pernyataan.
Semua Penerbangan Dibatalkan
Spirit memastikan seluruh penerbangan dihentikan dan penumpang diminta tidak datang ke bandara.
“Semua penerbangan Spirit telah dibatalkan, dan penumpang tidak boleh pergi ke bandara,” tulis perusahaan.
Berdasarkan data Cirium, Spirit sebelumnya memiliki 4.119 penerbangan domestik terjadwal antara 1 Mei hingga 15 Mei, dengan kapasitas lebih dari 800 ribu kursi.
Situasi ini menyebabkan kekacauan bagi ribuan penumpang, sebagian di antaranya baru mengetahui pembatalan saat tiba di bandara.
“Saya pikir aplikasinya diretas. Tapi ternyata nyata, dan saya harus cepat cari penerbangan pulang,” kata salah satu penumpang.
Dampak Perang Iran dan Lonjakan Avtur
Krisis ini dipicu oleh melonjaknya harga bahan bakar jet hingga dua kali lipat akibat konflik Iran yang mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memperburuk situasi Spirit yang sebelumnya sudah kesulitan mencetak keuntungan.
CEO Spirit, Dave Davis, mengungkapkan bahwa upaya restrukturisasi sebenarnya sempat dilakukan.
“Namun, kenaikan harga bahan bakar yang tiba-tiba dan berkelanjutan dalam beberapa minggu terakhir akhirnya membuat kami tidak punya pilihan selain menutup perusahaan,” ujarnya.
Namun, pemerintah AS memiliki pandangan berbeda. Menteri Transportasi Sean Duffy menilai masalah Spirit bukan semata karena perang.
“Model bisnis mereka tidak berhasil. Perang bukanlah pemicunya,” katanya.
Ribuan Pekerja Terdampak
Penutupan ini diperkirakan berdampak pada ribuan karyawan dan menjadi pukulan bagi industri penerbangan global.
Serikat pekerja IAM menyebut kondisi ini sebagai krisis serius akibat kesalahan manajemen.
“Ini sangat menghancurkan. Anggota kami tidak menyebabkan kegagalan ini; kesalahan manajemen dan tata kelola keuangan yang buruklah penyebabnya,” tegas IAM.
Analis juga menyebut lonjakan biaya bahan bakar sebagai faktor krusial, bahkan disebut sebagai “paku terakhir di peti mati” bagi Spirit.
Pesaing Ambil Peluang
Penutupan Spirit membuka peluang besar bagi maskapai pesaing seperti JetBlue dan Frontier Airlines.
JetBlue bahkan langsung mengumumkan ekspansi rute dari Fort Lauderdale, salah satu basis utama Spirit, dengan penambahan layanan ke 11 kota baru.
Di pasar saham, dampaknya langsung terasa. Saham Spirit anjlok 25%, sementara Frontier naik 10% dan JetBlue menguat 4%.
Maskapai lain seperti Delta, United, dan American Airlines juga menawarkan “tarif penyelamatan” untuk menampung penumpang yang terdampak.

Leave a Reply