Mengapa Selat Hormuz Tak Bisa Dikenakan Biaya Seperti Terusan Suez dan Panama?

Mengapa Iran tak bisa mengenakan biaya di Selat Hormuz seperti Terusan Suez dan Panama? Ini penjelasan hukum laut internasional dan dampaknya bagi energi global.
Terusan Suez buatan Mesir diizinkan untuk mengenakan biaya transit karena biaya konstruksinya.

Mengapa Iran tak bisa mengenakan biaya di Selat Hormuz seperti Terusan Suez dan Panama? Ini penjelasan hukum laut internasional dan dampaknya bagi energi global.

TERUSAN Suez dan Panama mengenakan biaya untuk transit — mengapa Terusan Hormuz tidak? Pertanyaan ini mencuat di tengah kontroversi kebijakan Iran yang dilaporkan mulai membebankan biaya hingga $2 juta per kapal untuk melintasi Selat Hormuz.

Iran menuai kritik luas setelah muncul tuduhan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap jalur perdagangan energi global. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, terletak di antara Iran dan Oman, dan sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.

Pemerintah Iran membenarkan kebijakan tersebut sebagai kompensasi atas kerusakan akibat konflik, serta sebagai biaya untuk “jasa navigasi,” perlindungan lingkungan, dan peningkatan keamanan. Teheran juga tengah menyusun aturan bersama Oman yang mewajibkan kapal meminta izin sebelum melintas.

Namun, kebijakan ini ditolak oleh banyak pihak. Sejumlah operator pelayaran global menolak membayar, sementara lembaga kajian Institute for the Study of War (ISW) menyebut pungutan tersebut sebagai “pemerasan” maritim. Amerika Serikat dan China juga dilaporkan sepakat untuk menentang kebijakan tersebut, diikuti negara-negara Teluk.

Aturan Hukum Internasional

Dalam hukum laut internasional, Selat Hormuz termasuk kategori selat alami yang digunakan untuk pelayaran internasional. Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), kapal dari semua negara memiliki hak lintas transit tanpa hambatan.

Aturan ini mewajibkan kapal melintas tanpa penundaan dan melarang negara pantai menghalangi perjalanan. Negara pesisir hanya diperbolehkan mengenakan biaya terbatas untuk layanan tertentu, seperti pandu atau penarikan kapal, bukan biaya transit penuh.

Hal inilah yang menjadi dasar mengapa Iran secara hukum tidak dapat mengenakan biaya seperti yang dilakukan pada kanal buatan.

Mengapa Suez dan Panama Bisa Memungut Biaya?

Berbeda dengan Selat Hormuz, Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama merupakan jalur air buatan manusia. Keduanya dibangun dengan investasi besar dan dikelola oleh negara berdaulat.

Mesir, misalnya, memperoleh sekitar 4 miliar dolar AS per tahun dari Terusan Suez. Hak pemungutan biaya ini diatur dalam Konvensi Konstantinopel 1888 yang memperbolehkan pengenaan tol untuk biaya operasional dan pemeliharaan.

Hal serupa berlaku di Terusan Panama, yang sejak dibangun pada 1914 terus membutuhkan perawatan intensif seperti pengerukan dan pengelolaan infrastruktur. Karena itu, biaya yang dikenakan dianggap sah dalam kerangka hukum internasional.

Area Abu-Abu dalam Praktik Global

Meski aturan internasional cukup jelas, terdapat beberapa pengecualian. Rusia, misalnya, mengenakan biaya di Jalur Laut Utara untuk layanan seperti pemecah es dan pandu kapal. Kanada juga memiliki klaim serupa atas Jalur Barat Laut, meski sering mendapat penolakan dari Amerika Serikat.

Contoh lain adalah Selat Turki yang diatur Konvensi Montreux 1936. Dalam perjanjian ini, Turki tetap harus menjamin kebebasan pelayaran dan hanya boleh mengenakan biaya layanan terbatas, bukan biaya transit penuh.

Dampak Geopolitik dan Energi Global

Perselisihan terkait Selat Hormuz kini menjadi isu penting dalam hubungan internasional. Amerika Serikat menegaskan bahwa selat tersebut harus tetap terbuka sebagai jalur internasional tanpa kontrol atau biaya dari pihak mana pun.

“Selat itu akan terbuka untuk semua orang; itu perairan internasional,” kata Presiden AS Donald Trump.

Ia juga menambahkan, “Kita akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya.”

Di sisi lain, Washington memperingatkan bahwa perusahaan yang membayar biaya kepada Iran dapat menghadapi sanksi. Upaya internasional kini difokuskan pada menjaga keamanan pelayaran melalui patroli multinasional, peningkatan pengawasan, serta pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

Ketegangan ini menunjukkan bahwa Selat Hormuz bukan hanya jalur pelayaran, tetapi juga titik krusial dalam stabilitas energi dan geopolitik global.

Baca Juga: Kerbau Albino “Donald Trump” Bebas dari Penyembelihan Hewan Kurban

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*