Pato Sayyaf, lulusan pesantren, berhasil meraih gelar Sarjana S1 Fisika Undip di usia 18 tahun dengan IPK 3,68.
SEMARANG, JOSS.CO.ID – Pada usia 18 tahun, rata-rata anak muda baru memulai perjalanan kuliah D3/D4/S1. Namun berbeda dengan Pato Sayyaf, yang justru sudah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di usia tersebut.
Pato Sayyaf merupakan lulusan S1 Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip). Capaian ini menjadi prestasi sekaligus sejarah baru sebagai salah satu lulusan termuda di Undip.
Berasal dari Lingkungan Pesantren
Pato mengungkapkan bahwa pada awal masa perkuliahan, ia sempat mengalami kesulitan beradaptasi. Hal ini karena usianya yang jauh lebih muda dibandingkan mahasiswa lainnya.
Diketahui, Pato merupakan lulusan pondok pesantren. Selama enam tahun, ia menghabiskan waktunya dalam lingkungan pendidikan berbasis keagamaan tersebut.
“Ternyata selisih usia yang jauh bukanlah sebuah halangan, justru saya merasa tertantang untuk bisa sejajar dengan mereka,” katanya, dikutip dari laman Undip, Selasa (6/5/2026).
Lulus dalam 3 Tahun Lebih
Keberhasilan Pato meraih gelar sarjana di usia muda tidak lepas dari masa studi yang relatif cepat. Ia menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 6 bulan 21 hari dengan IPK 3,68.
Selama menempuh pendidikan, Pato juga aktif dalam berbagai kegiatan di luar kampus seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ia tetap mampu menyesuaikan diri meski berada di lingkungan dengan usia teman-teman yang lebih dewasa.
Fokus Pengembangan Diri
Menurut Pato, pencapaiannya sebagai lulusan termuda bukan semata karena kemampuan pribadi, tetapi juga hasil dari dukungan banyak pihak.
“Menjadi lulusan termuda bukan berarti paling pandai atau paling hebat. Ini hanya merupakan sebuah bonus dari perjalanan panjang dukungan dan doa orang tua, bimbingan para dosen, serta semangat dari teman-teman,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan ilmu sekaligus membentuk karakter dirinya.
“Tidak hanya memberikan teori tetapi juga membentuk karakter agar menjadi pribadi yang berintegritas,” ungkap Pato.
Sebagai penutup, Pato berpesan kepada mahasiswa lain untuk tetap fokus pada pengembangan diri dan menghargai setiap proses yang dijalani agar dapat mencapai hasil terbaik.

Leave a Reply