Kasus YouTuber terkait whip pink kembali viral. Simak fakta penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O), risiko kesehatan, dan penjelasan lengkapnya.
JOSS.CO.ID – Penggunaan gas nitrous oxide kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah figur digital dikabarkan terlibat dalam praktik yang berpotensi berbahaya. Perbincangan ini memicu kekhawatiran luas terkait penyalahgunaan zat yang sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan kuliner.
Warganet kembali dihebohkan dengan beberapa YouTuber yang menggunakan ‘whip pink’ atau gas nutrious oxide (N₂O). Berdasarkan kabar yang beredar, YouTuber tersebut berinisial AM dan RA, serta melibatkan asisten pribadi RA inisial CD.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap mengatakan, asisten pribadi YouTuber RA, yaitu CD diperiksa terkait pembelian gas nitrous oxide (N2O) merek Whip Pink. Perempuan itu mengaku telah membeli ‘whip pink’ selama akhir 2025 sampai awal 2026.
CD membeli ‘whip pink’ dengan ukuran 640 dan 950 gram. Zulkarnain menegaskan bahwa CD menggunakan ‘whip pink’ bersama pegawai dan teman-temannya.
Kandungan Whip Pink
Dalam website resminya, ‘whip pink’ tertulis jelas sebagai produk kebutuhan kuliner. Khususnya yang berkaitan dengan pembuatan whipped cream dan kreasi minuman, serta makanan berbasis Nitrous Oxide.
Dalam praktik kuliner modern, penggunaan whipped cream dispenser dan gas nitrous oxide (N₂O) memang semakin umum. Alat ini digunakan untuk menghasilkan tekstur krim yang lembut serta minuman berbuih dalam berbagai kreasi makanan dan minuman.
Namun di sisi lain, muncul tren penyalahgunaan nitrous oxide atau yang dikenal dengan istilah ‘whippets’, yaitu penggunaan gas dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat.
Alat Dapur yang Disalahgunakan
Whipped cream dispenser merupakan alat dapur berbentuk tabung silinder dengan nosel yang berfungsi mengocok bahan menggunakan gas nitrous oxide agar menghasilkan busa.
Dalam penyalahgunaan, alat ini dimodifikasi dengan menambahkan balon di ujungnya untuk menampung gas sebelum dihirup. Selain itu, kini juga beredar tabung kecil portabel yang dirancang menyerupai alat hirup lengkap dengan perangkat pemecah gas.
Praktik ini berisiko tinggi karena gas yang keluar dapat menyebabkan luka dingin atau cold burn pada kulit maupun saluran pernapasan.
Cara ‘Whippets’ Disalahgunakan
Mengacu pada sumber medis seperti WebMD, gas nitrous oxide dalam penyalahgunaan tidak digunakan untuk memasak, melainkan dihirup langsung. Cara yang digunakan antara lain melalui balon berisi gas, langsung dari tabung menggunakan alat pemecah (cracker), hingga menutup wajah dengan plastik atau masker.
Efek yang dihasilkan bersifat sangat singkat, hanya berlangsung beberapa menit. Hal ini membuat pengguna cenderung mengulang penggunaan dalam waktu berdekatan untuk mempertahankan sensasi tersebut.
Efek Penyalahgunaan Whip Pink
Penggunaan ‘whip pink’ untuk tujuan rekreasional atau memabukkan jelas ilegal dan berbahaya. Efek euforia biasanya muncul sekitar 10 detik setelah dihirup, dengan sensasi seperti perasaan senang, melayang, berkurangnya rasa sakit, hingga halusinasi.
Namun efek tersebut hanya berlangsung singkat dan diikuti berbagai dampak kesehatan.
Efek samping jangka pendek meliputi pusing, kesemutan, gangguan koordinasi, mual, sakit kepala, hingga detak jantung tidak teratur. Risiko paling umum adalah pingsan akibat kekurangan oksigen.
Sementara dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan saraf akibat kekurangan vitamin B12, gangguan organ vital seperti hati dan ginjal, hingga masalah mental seperti depresi dan psikosis.
Pada ibu hamil, paparan zat ini juga berisiko menyebabkan cacat bawaan pada bayi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan zat berbasis gas, meskipun legal dalam konteks tertentu, dapat menimbulkan dampak serius jika disalahgunakan.

Leave a Reply