AEPI DIY Dorong Ecoprint Mendunia Lewat Inovasi Produk Ramah Lingkungan

AEPI DIY mengembangkan ecoprint dengan inovasi produk ramah lingkungan dan edukasi kreatif untuk menembus pasar nasional hingga global.

AEPI DIY mengembangkan ecoprint dengan inovasi produk ramah lingkungan dan edukasi kreatif untuk menembus pasar nasional hingga global.

JOGJA, JOSS.CO.ID – Asosiasi Ecoprint Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (AEPI DIY) lahir dari rasa penasaran sejumlah perajin terhadap teknik ecoprint yang mampu menghasilkan motif alami dari daun dan tumbuhan. Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kecintaan terhadap produk ramah lingkungan yang kini semakin dikenal masyarakat luas.

Ketua AEPI DIY, Vipia Yanuachandra, mengatakan komunitas tersebut mulai berdiri pada tahun 2020 dengan semangat memperkenalkan ecoprint sebagai karya kreatif bernilai seni tinggi. Menurutnya, para anggota awalnya hanya ingin mencoba teknik ecoprint, namun lambat laun merasakan keunikan sekaligus kebahagiaan dari proses pembuatannya. “Awalnya kami hanya penasaran dengan hasil ecoprint. Lama-kelamaan kami merasakan betapa uniknya, betapa senangnya, bahagianya, hingga akhirnya mencintai produk ecoprint,” ujarnya saat ditemui Kamis, 7 Mei 2026.

Dari kecintaan itu, AEPI DIY kemudian memiliki mimpi membangun sebuah galeri bersama yang menjadi wadah pemasaran karya para anggota. Galeri tersebut kini terisi sedikitnya 15 perajin ecoprint dari berbagai daerah di Yogyakarta dan masih terbuka bagi anggota baru yang ingin bergabung serta memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.

Produk ecoprint yang dihasilkan para anggota pun terus berkembang dan tidak hanya diaplikasikan pada kain. Berbagai media seperti kulit, keramik, hingga kertas mulai digunakan untuk menciptakan beragam produk kreatif seperti tas, dompet, topi, sepatu, hingga aksesori lainnya. Menurut Vipia, inovasi tersebut menjadi kekuatan utama ecoprint agar semakin diminati masyarakat. “Media ecoprint sekarang ada di kain, kulit untuk tas dan dompet, keramik, kertas, bahkan sepatu dari kulit maupun kanvas juga bisa,” katanya.

Selain menjual produk, AEPI DIY juga menawarkan pengalaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai proses pembuatan ecoprint. Dengan pengalaman para anggota yang telah menekuni bidang tersebut sejak tahun 2020, komunitas ini berharap mampu membantu para pelaku ecoprint di Yogyakarta naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Ke depan, AEPI DIY berharap industri ecoprint Indonesia dapat berkembang hingga mendunia dan semakin dicintai generasi muda. Vipia optimistis karya berbasis alam tersebut memiliki peluang besar karena mengedepankan nilai seni, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. “Harapan kami industri ecoprint dapat mendunia dan disukai masyarakat luas, termasuk anak-anak muda agar mereka mencintai produk ecoprint,” ucapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*