
Pemkot Salatiga kaji kebijakan WFH dan dorong gerakan Jumat tanpa kendaraan untuk efisiensi BBM dan budaya hidup sehat.
JOSS.CO.ID, SALATIGA – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga tengah melakukan kajian mendalam terkait kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diatur melalui surat edaran (SE) MenPAN-RB dan Mendagri. Kebijakan tersebut menyebutkan WFH berlaku satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan pihaknya masih mengacu pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk memastikan efektivitas sistem kerja tersebut.
“Untuk tujuan efisiensi bahan bakar memang iya, tetapi harus dikaji apakah betul-betul efektif untuk kinerja. Karena saya khawatir WFH seperti ini dijadikan long weekend nantinya,” kata Robby.
Ia mengaku mendukung langkah efisiensi bahan bakar, namun tidak harus selalu dilakukan dengan sistem WFH. Sebagai alternatif, Pemkot Salatiga berencana menerapkan gerakan Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor.
“Yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda, yang agak jauh pergunakanlah transportasi umum. Sehingga dengan itu transportasi umum juga akan diberdayakan lebih baik,” terang Robby.
Baca Juga: Akses Tol Pattimura Salatiga Perkuat Ekonomi dan Konektivitas Kawasan
Langkah tersebut, lanjut Robby, tidak hanya menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tetapi juga mendorong gaya hidup sehat. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap isu kenaikan harga BBM.
“Karena semua upaya-upaya pemerintah juga sudah ada langkah-langkah preventif untuk hal itu. Ini efisiensi untuk jaga-jaga supaya tidak ada pemborosan BBM. Tidak perlu paniklah, insyaallah tidak akan menimbulkan gejolak yang meresahkan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kota Salatiga Muthoin menambahkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan Surat Edaran (SE) terkait gerakan tersebut.
“Kami sedang menyiapkan SE (Surat Edaran) untuk Jumat tanpa kendaraan bermotor,” ujarnya.
Surat edaran ini nantinya akan disebarkan ke seluruh instansi pemerintah, BUMD, hingga perusahaan swasta di wilayah Salatiga sebagai langkah konkret mendukung efisiensi energi sekaligus peningkatan kesehatan masyarakat.

Leave a Reply