Viral Rumah Ditembok Oknum Ormas, Satu Keluarga Terisolasi

Kasus rumah ditembok oknum ormas di Pondok Aren Tangerang Selatan viral. Pemilik mengaku terisolasi dan mengalami intimidasi.
Tangkapan layar

Kasus rumah ditembok oknum ormas di Pondok Aren Tangerang Selatan viral. Pemilik mengaku terisolasi dan mengalami intimidasi.

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Seorang warga bernama Yaya Mulyana (68) dilaporkan mengalami kejadian tak biasa setelah akses menuju rumahnya ditutup tembok oleh sekelompok orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas).

Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah beredar video amatir yang memperlihatkan proses penembokan jalan masuk rumah korban. Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah orang menutup akses hingga tidak bisa dilalui sama sekali.

Tak hanya itu, oknum yang terlibat juga diduga melakukan intimidasi terhadap penghuni rumah. Sejumlah barang milik korban bahkan disebut dikeluarkan secara paksa, dan pemilik diminta meninggalkan tempat tinggalnya.

Yaya Mulyana mengungkapkan bahwa konflik bermula dari proses pelunasan pembelian rumah yang sudah ia cicil sejak 2019. Saat itu, harga yang disepakati mencapai Rp 1 miliar, namun transaksi dilakukan tanpa akta resmi karena hubungan dekat dengan penjual.

“Sertifikat belum ada saat beli, masih menyatu dengan rumah yang lain, sesuai pembicaraan mau dipecah sertifikat,” ucapnya.

Seiring waktu, Yaya telah membayar sekitar 84 persen atau Rp 840 juta hingga tahun 2026. Namun, kejelasan sertifikat tak kunjung didapatkan meski ia berniat melunasi sisa pembayaran.

“Namun dari hari ke hari itu tak kunjung tiba, bahkan kami sangat sulit untuk melakukan penyelesaian ini sehingga masalah ini terkatung-katung hingga 2026,” kata Yaya kepada wartawan, Kamis (23/4).

“Masalah ini simpel sekali sebetulnya. Ada bukti sertifikat, kami lunasi,” imbuhnya.

Situasi memanas ketika sejumlah orang mendatangi rumah Yaya dan meminta ia segera mengosongkan tempat tersebut. Akses rumah pun langsung ditembok setinggi sekitar 1,5 meter, membuat penghuni tidak bisa keluar masuk dengan normal.

“Kami sangat dikejutkan dengan kedatangan kelompok masyarakat yang menamakan dirinya sebagai ormas itu menggeruduk tempat kami dan mengeluarkan barang-barang kami,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, Yaya dan keluarganya merasa terisolasi dan tidak lagi aman tinggal di rumah sendiri.

“Kami tidak bisa masuk ke rumah sendiri karena sudah ditembok. Barang-barang juga dikeluarkan,” ujar Yaya dalam keterangannya.

Kondisi ini juga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan. Kendaraan tidak bisa keluar sehingga mobilitas menjadi sangat terbatas.

“Jelas terganggu, jelas. Mobil tidak bisa keluar sehingga kami harus menggunakan omprengan, mobil juga ini untuk kegiatan kerja tidak bisa, tidak bisa sama sekali keluar,” tuturnya.

Untuk sementara waktu, Yaya memilih mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu proses hukum berjalan.

“Justru ini sementara saya numpang di rumah saudara. Adapun dalam waktu dekat, kalau barang-barang sudah saya packing, saya mau ngontrak,” pungkasnya.

Kasus ini kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Yaya berharap ada perlindungan hukum serta penyelesaian yang adil atas sengketa lahan yang dialaminya.

Peristiwa rumah ditembok ormas di Pondok Aren ini menambah daftar panjang konflik agraria di masyarakat. Publik pun berharap aparat penegak hukum segera turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Viral Video Bocah 2 Tahun Merayap di Genteng Rumah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*