
BPPTKG mengeluarkan peringatan lahar hujan di lereng selatan Merapi usai hujan Jumat sore, warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi dan ikuti rekomendasi resmi.
JOSS.CO.ID – Hujan turun di lereng selatan Gunung Merapi pada Jumat (3/4/2026) sore memicu peringatan dini dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Lembaga tersebut bergerak cepat mengingatkan warga terkait potensi bahaya lahar hujan dan awan panas guguran di sekitar gunung api aktif itu.
Data pengamatan BPPTKG mencatat hujan terjadi di stasiun Kaliurang sejak pukul 16.01 WIB dengan curah 9 mm selama 33 menit dan intensitas mencapai 15 mm per jam. Hingga pukul 16.34 WIB, hujan dilaporkan masih berlangsung di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai cukup untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah lereng selatan yang menjadi salah satu zona rawan aliran material vulkanik.
Risiko lahar hujan di sungai berhulu Merapi
BPPTKG mengingatkan bahwa hujan di kawasan Merapi berpotensi memicu banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Material vulkanik yang terseret air hujan bisa mengalir deras melalui alur sungai dan membahayakan aktivitas warga di sekitarnya.
Selain banjir lahar hujan, ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah awan panas guguran, terutama di daerah dengan potensi bahaya yang sudah dipetakan sebelumnya. Jalur-jalur ini selama ini menjadi rujukan utama dalam penetapan zona rawan bencana gunung api.
Dalam keterangannya, BPPTKG menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh beraktivitas di kawasan rawan, khususnya di alur sungai dan zona bahaya. “Warga diharapkan menjauhi sungai-sungai yang berhulu di Merapi karena aliran lahar dapat terjadi secara tiba-tiba, terlebih saat hujan masih berlangsung,” demikian kata BPPTKG dalam rilis peringatannya.
BPPTKG juga menekankan pentingnya mengikuti seluruh rekomendasi resmi serta terus memantau informasi terkini dari kanal resmi lembaga tersebut. Informasi real-time dari pos pengamatan dan rilis resmi menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan warga dalam mengambil keputusan mitigasi.
Status Merapi masih Siaga
Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada level Siaga (Level III). Artinya, potensi bahaya masih tinggi dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat, terutama yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lereng gunung.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar lereng Merapi diharapkan tidak lengah, terutama saat hujan turun. Risiko bencana sekunder, seperti banjir lahar hujan maupun awan panas guguran, dapat muncul tanpa tanda yang panjang dan bergerak cepat mengikuti aliran sungai.
Waspada Lahar Hujan Lereng Selatan Merapi
Peringatan BPPTKG, Waspada Lahar Hujan Lereng Selatan Merapi

Leave a Reply