Keluhan Parkir Liar Dadakan Solo: Jalan Macet, Jukir Setiap 100 Meter

Keluhan parkir liar dadakan di Solo pasca libur Lebaran-Paskah 2026 bikin jalan macet, jukir muncul setiap 100 meter.
Foto: espos.id

Keluhan parkir liar dadakan di Solo pasca libur Lebaran-Paskah 2026 bikin jalan macet, jukir muncul setiap 100 meter.

JOSS.CO.ID, SOLO – Libur panjang Lebaran nyambung Paskah bikin Kota Solo banjir pengunjung dari luar daerah. Banyak yang curhat di medsos soal pengalaman kurang nyaman, khususnya keluhan parkir liar dadakan Solo yang bikin jalan sempit dan macet.

Unggahan viral dari akun Instagram @surakartakita di Threads pada Selasa (31/3/2026) angkat tema “sisi gelap Kota Solo yang belum diketahui banyak orang”. Fokus utama ke parkir masif di pinggir jalan. “PARKIRRRRRRR mulu ga nalar ATM pun diparkir stressss (note:orang solo sejak lahir),” tulis warganet.

Netizen lain ikut komentar. “Bener nih, belok k toko satu lg parkir lg. Belok lg parkir lg. Berasa gedeg parkir mulu,” balasnya.

Kepala UPTD Perparkiran Dishub Solo, Haryono, konfirmasi fenomena parkir jalan Surakarta libur Lebaran 2026 ini akibat usaha minim lahan parkir sendiri. Bangunan mepet jalan jadi kendaraan luber ke badan jalan. “Memang benar, sekarang ini banyak bangunan dan usaha di Solo yang posisinya mepet jalan dan tidak memiliki lahan parkir sendiri. Akhirnya, kendaraan pengunjung meluber dan parkir di badan jalan,” katanya dikutip dari Espos, Kamis (9/4/2026).

Pengawasan Tarif Jukir Dishub Haryono Solo

Parkir di jalan publik otomatis kena retribusi daerah, meski jukir bermunculan rapat seperti setiap 100 meter. “Kalau setiap 100 meter muncul jukir, itu karena kebutuhan di lapangan. Tapi selama parkirnya di badan jalan, itu masuk objek retribusi,” tambah Haryono.

Prioritas Dishub: awasi tarif jukir Dishub Haryono Solo biar sesuai aturan, termasuk pungutan di depan ATM Kota Solo meski singkat. Mereka koordinasi dengan bank supaya fasilitas dipindah dari pinggir jalan. “Kami sering koordinasi dengan perbankan agar ATM atau fasilitas lain tidak ditempatkan di tepi jalan. Jika berada di dalam area tertentu seperti mal atau perkantoran, parkirnya tentu lebih tertata,” jelasnya.

Tarif roda dua Rp2.000 sementara, tapi Dishub rencana revisi lewat Perwali. Keluhan macet parkir ATM Kota Solo dan jalan dadakan masih ramai, nunggu solusi lahan parkir usaha lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*