
Dirut KAI Boby Rasyidin ungkap lahan strategis di Senen-Tanah Abang Jakarta dikuasai oknum ormas. Menteri Ara Sirait janji rebut untuk perumahan rakyat melalui TOD.
JOSS.CO.ID, JAKARTA – Banyak lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta, khususnya Senen hingga Tanah Abang, dikuasai organisasi masyarakat (ormas) selama puluhan tahun. Direktur Utama KAI Boby Rasyidin sampaikan keluhan ini dalam rapat dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara.
Ara tanyakan kenapa lahan strategis milik negara dibiarkan kosong, padahal legalitasnya jelas. Ia usulkan optimalkan untuk hunian Transit Oriented Development (TOD) dekat stasiun, bantu warga dapat rumah terjangkau.
“Saya mau tanya Pak Dirut (Bobby Rasyidin), jadi kendalanya apa kalau ini punya negara, punya kekuatan hukum tetap, problemnya apalagi Pak,” tanya Ara kepada Dirut KAI, dikutip pada Selasa (7/4/2026).
Boby jelaskan tantangan utama: lahan bantaran rel dan stasiun sudah dikelola ormas, sulit dipakai untuk proyek negara. Ara langsung respons keras, janji ambil langkah tegas karena negara tak boleh kalah.
“Terjamin ya (legalitas status tanah), ini berarti bicara keberanian kan. Bicara ketegasan, ya sudah kasih sama yang berani saja, masa negara kalah sama yang beginian,” ungkap Ara.
Sebelumnya di Istana Negara, Ara sebut kasus serupa di Tanah Abang, Bandung, hingga Medan. Ia tekankan Indonesia negara hukum yang harus hadir kuat. “Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain. Dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan juga masyarakat yang menengah dan tanggung. Supaya kita bisa bersinergi dengan cepat,” jelasnya.
“Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir. Kita mengurus negara ini harus punya nyali, ya, menegakkan kebenaran,” tegas Ara.

Leave a Reply