Kacamata AI Ray-Ban Meta Rp8 Jutaan Resmi Rilis

Kacamata AI Ray-Ban Meta Rp8 jutaan hadir dengan fitur navigasi, Be My Eyes, dan dukungan tunanetra untuk aktivitas harian dan perjalanan.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display

Kacamata AI Ray-Ban Meta Rp8 jutaan hadir dengan fitur navigasi, Be My Eyes, dan dukungan tunanetra untuk aktivitas harian dan perjalanan.

JOSS.CO.ID – Meta Platforms resmi meluncurkan dua kacamata pintar baru Ray-Ban Meta yang ditujukan bagi pengguna kacamata resep, yaitu Ray-Ban Meta Blayzer Optics dan Ray-Ban Meta Scriber Optics. Keduanya memadukan desain kacamata optik harian dengan teknologi kacamata AI Ray-Ban Meta yang menyasar penggunaan sepanjang hari, termasuk saat bepergian dan beraktivitas di luar ruangan.

Dua model anyar ini sudah tersedia untuk pre-order di Amerika Serikat dengan harga mulai sekitar Rp8 juta (setara US$499) dan akan hadir di berbagai toko optik di AS serta sejumlah pasar internasional pada 14 April. CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya menegaskan alasan fokus ke produk ini dengan menyatakan bahwa “billions of people wear glasses or contacts for vision correction.”

Secara fisik, Ray-Ban Meta Blayzer Optics mengusung frame lebih kotak, sementara Scriber Optics tampil dengan bentuk yang cenderung bulat. Keduanya dilengkapi overextension hinges, bantalan hidung yang bisa diganti, dan ujung tangkai yang mudah diatur oleh optician, sehingga dapat disesuaikan dengan bentuk wajah pengguna untuk dipakai seharian maupun saat traveling.

Meta mengembangkan lini kacamata AI ini bersama EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban dan Oakley, sebagai bagian dari investasi besar menuju visi “personal superintelligence” di mana perangkat sehari-hari seperti kacamata menjadi pintu masuk utama interaksi dengan AI.

Bantu tunanetra navigasi hotel dan ruang publik

Meta menempatkan fitur aksesibilitas sebagai salah satu nilai jual utama kacamata AI Ray-Ban Meta. Dalam materi resmi, perusahaan menegaskan bahwa “AI glasses can help make everyday life easier for people who are blind or visually impaired. With Meta AI built in, Ray-Ban Meta and Oakley Meta glasses become a hands-free companion, describing surroundings, reading text, identifying objects and connecting you to real-time help, so you can move through life with greater independence.”

Salah satu visual yang ditampilkan menggambarkan “Woman wearing light grey Ray-Ban Meta glasses looking at hotel room number”, menekankan penggunaan di lingkungan travel seperti hotel dan penginapan. Dengan bantuan Meta AI, kacamata dapat membaca nomor kamar, papan petunjuk, hingga informasi penting lain di koridor hotel atau terminal bandara, sehingga pengguna tunanetra atau low-vision dapat bergerak lebih percaya diri.

Terhubung dengan relawan Be My Eyes

Untuk mendukung pengguna dengan keterbatasan penglihatan, Meta menggandeng layanan aksesibilitas global Be My Eyes. Layanan ini sebelumnya dikenal sebagai platform yang menghubungkan penyandang tunanetra dengan relawan penglihatan lewat aplikasi ponsel.

Pada kacamata AI Ray-Ban Meta, fitur ini hadir secara hands-free. Dalam penjelasan resmi disebutkan: “Never face a task alone. AI glasses can connect you hands-free to sighted volunteers through the Be My Eyes network, available across 21 global markets worldwide. Simply say ‘Hey Meta, Be My Eyes’ to start a call, and volunteers can help you with tasks like choosing an outfit or adjusting a thermostat.”

Dalam konteks perjalanan, relawan dapat membantu membaca papan jadwal di stasiun, mengecek detail di kamar hotel, atau sekadar memastikan arah yang benar saat berpindah tempat di kota yang belum familiar.

Detailed Responses: deskripsi audio lebih lengkap

Meta menghadirkan fitur Meta AI Detailed Responses untuk memberikan deskripsi audio yang lebih kaya tentang lingkungan sekitar. Dalam keterangan produk dijelaskan bahwa “Detailed Responses is a Meta AI accessibility feature that provides richer, contextual audio descriptions of your surroundings. When enabled in the app, you can ask Meta AI to read a menu, describe what you’re seeing, including objects, colors and environmental details.”

Fitur ini membantu pengguna saat sedang makan di restoran baru, membaca menu di negara lain, atau mengenali tata letak kamar hotel dan warna objek di sekitar. Kombinasi kamera di kacamata dan pemrosesan AI memungkinkan pengguna menerima informasi tanpa harus mengeluarkan ponsel, yang penting untuk mobilitas dan kemandirian selama perjalanan.

Panggilan POV dan voice message saat traveling

Selain aksesibilitas, kacamata AI Ray-Ban Meta juga menyasar kebutuhan komunikasi pengguna yang sering berpindah tempat. Perangkat ini mendukung hands-free POV calling untuk panggilan video melalui Messenger dan WhatsApp. Meta menjelaskan bahwa kacamata ini “let you share your point of view through hands-free video calls on Messenger and Whatsapp, using a built-in camera and multi-microphone array so trusted friends or family can see and hear whatever you’d like to share.”

Pengguna dapat memperlihatkan suasana kamar hotel, pemandangan kota, hingga keramaian bandara langsung dari sudut pandang mereka. Selain itu, fitur voice messaging memungkinkan pengguna “Send, listen and reply to voice messages hands-free” di WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram, dengan pesan suara hingga satu menit tanpa perlu menyentuh layar.

Live AI untuk tanya jawab real-time di perjalanan

Fitur Live AI memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan tentang lingkungan sekitar secara berkelanjutan tanpa harus mengulangi perintah awal. Meta menyebut kemampuan ini sebagai cara untuk “Ask questions about your environment” dengan percakapan hands-free, di mana Meta AI menggunakan kamera kacamata untuk memahami konteks dan memberi bantuan real-time.

Fitur ini berguna saat pengguna perlu memeriksa tulisan di gerbang keberangkatan, memastikan nomor bus atau kereta, hingga menanyakan objek tertentu di depan mereka. Dengan Live AI, pengguna tidak perlu terus-menerus mengatakan “Hey Meta” setiap kali ingin bertanya.

Strategi harga dan produk sebelumnya

Peluncuran kacamata AI Ray-Ban Meta untuk pengguna resep ini melengkapi lini produk kacamata pintar Meta yang sebelumnya sudah menghadirkan Ray-Ban Meta Display. Model Display tersebut dijual sekitar Rp12,8 juta (US$799) dan menjadi kacamata Meta pertama dengan layar built-in yang memungkinkan pengguna membaca pesan, mengikuti navigasi, serta berinteraksi dengan layanan AI tanpa ponsel.

Meski sempat mengalami penundaan peluncuran global akibat tingginya permintaan dan keterbatasan pasokan, Ray-Ban Meta Display juga bisa dipesan dengan lensa resep dengan biaya tambahan sekitar Rp3,2 juta (US$200). Dengan hadirnya model Blayzer Optics dan Scriber Optics di kisaran Rp8 jutaan, Meta kini memiliki jajaran kacamata pintar yang lebih terjangkau bagi pengguna resep yang ingin merasakan pengalaman kacamata AI untuk aktivitas harian dan perjalanan.

Baca Juga:

Microsoft Guyur Rp94 Triliun AI dan Cloud di Negara Tetangga Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*