
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui sumber gaji 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih, di tengah alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun.
JOSS.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah masih belum memastikan sumber anggaran untuk gaji puluhan ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti asal dana tersebut.
“(Sumber gaji) koperasi saya enggak tahu, nanti saya pastikan,” kata Purbaya di Hotel AYANA Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4).
Pernyataan ini muncul di tengah proses rekrutmen besar-besaran untuk 30 ribu posisi manajer Kopdes Merah Putih yang sedang berlangsung. Pemerintah sebelumnya membuka pendaftaran sejak 15 April dan akan ditutup pada 24 April 2026.
Cicilan Rp40 Triliun dari Dana Desa
Meski belum mengetahui sumber gaji, Purbaya memastikan pemerintah memiliki kewajiban anggaran lain yang sudah jelas, yakni pembayaran cicilan pembangunan Kopdes Merah Putih.
Ia menyebutkan, pemerintah akan mengalokasikan sekitar Rp40 triliun per tahun dari Dana Desa untuk membayar cicilan pembangunan koperasi tersebut.
“Saya bayar ke koperasi (merah putih) hanya cicilan Rp40 triliun setiap tahun sampai enam tahun ke depan begitu. Yang lain saya enggak tahu,” ujar Purbaya.
Dari total Dana Desa sebesar Rp60 triliun per tahun, sekitar dua pertiganya akan digunakan untuk membiayai cicilan program ini selama enam tahun ke depan.
Serap Hingga 800 Ribu Tenaga Kerja
Program Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.
Setiap koperasi direncanakan memiliki satu manajer dan minimal 10 tenaga kerja dari masyarakat setempat. Dengan target pembangunan hingga 80 ribu koperasi, potensi penyerapan tenaga kerja mencapai ratusan ribu orang.
“Bila satu koperasi terdiri dari satu manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800 ribu pekerja baru di 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang rencananya akan dibangun secara bertahap,” tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan di akun Instagram resminya, Selasa (21/4).
Skema Rekrutmen dan Status Pegawai
Program ini juga terintegrasi dengan pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pada tahap awal, pemerintah membuka total 35.476 formasi, terdiri dari:
– 30 ribu manajer Kopdes
– 5.476 pengelola KNMP
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebelumnya menyatakan bahwa para manajer Kopdes akan diangkat menjadi pegawai BUMN melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Mereka akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Jaladri Nusantara, dengan masa penugasan awal selama dua tahun sebelum terlibat langsung dalam operasional koperasi.
Syarat dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi phtc.panselnas.go.id dan dibuka hingga 24 April 2026.
Adapun persyaratan utama meliputi:
– Pendidikan minimal D3 hingga S1 dari semua jurusan
– Usia maksimal 35 tahun
– Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi desa melalui koperasi dan sektor perikanan berbasis masyarakat.

Leave a Reply