Kota Paling Maju di Luar Jawa, Banjarmasin Nomor 1 Versi BRIN

BRIN merilis daftar kota paling maju di luar Jawa 2025. Banjarmasin memimpin, diikuti Medan, Samarinda, hingga Denpasar dengan daya saing tinggi.

BRIN merilis daftar kota paling maju di luar Jawa 2025. Banjarmasin memimpin, diikuti Medan, Samarinda, hingga Denpasar dengan daya saing tinggi.

JOSS.CO.ID – Perkembangan kota-kota di luar Pulau Jawa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang semakin signifikan. Tidak lagi hanya berpusat di Jawa, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta adopsi teknologi kini mulai merata ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kota-kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara semakin menunjukkan perannya sebagai motor baru pertumbuhan nasional. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pemerataan ekonomi dan penguatan daya saing daerah di tingkat nasional.

Pada 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis indeks daya saing daerah (IDSD) sebagai instrumen pengukuran strategis untuk menilai produktivitas dan daya saing daerah secara komprehensif. Tahun ini, pengukuran indeks daya saing daerah turut mengacu pada metode pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) dan World Economic Forum (WEF).

Adapun indeks daya saing daerah ini mengukur produktivitas dan kemajuan daerah berdasarkan empat komponen utama, yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung. Keempat komponen tersebut diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki indikator terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan skor yang diperoleh tidak parsial, dengan skala maksimal 5 sebagai nilai tertinggi.

Menurut penemuan BRIN, Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan terpilih sebagai kota paling maju di luar Jawa pada 2025, dengan skor mencapai 4,35. Secara nasional, Banjarmasin bertengger di peringkat keempat, mengungguli banyak kota besar lainnya.

Kota Seribu Sungai ini meraih skor sempurna di sejumlah indikator penting, mulai dari transparansi anggaran, sistem pemerintahan berbasis elektronik, kinerja instansi pemerintah, kualitas infrastruktur jalan, kualitas infrastruktur bandara, hingga rata-rata lama sekolah. Capaian ini menunjukkan kuatnya fondasi tata kelola pemerintahan sekaligus kesiapan infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Keberhasilan Banjarmasin juga dinilai berdampak langsung pada peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi lokal, termasuk sektor perdagangan, jasa, serta UMKM yang semakin berkembang seiring kemudahan akses dan digitalisasi layanan publik.

Di posisi berikutnya, Kota Medan di Sumatra Utara dan Kota Samarinda di Kalimantan Timur berada di posisi kedua dengan masing-masing skor 4,32. Keduanya dikenal sebagai pusat ekonomi regional yang memiliki peran penting dalam distribusi logistik dan industri di wilayahnya.

Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat menyusul dengan skor 4,26, menunjukkan perkembangan pesat terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kembali ke Sumatra, Kota Padang jadi kota paling maju kelima dengan skor mencapai 4,25.

Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau meraih skor 4,24, diikuti Kota Gorontalo dengan skor serupa. Kota Manado (Sulawesi Utara), Kota Palembang (Sumatra Selatan), dan Kota Denpasar (Bali) sama-sama meraih skor 4,23, melengkapi daftar sepuluh kota paling maju di luar Jawa pada 2025.

Mayoritas kota paling maju di luar Jawa berasal dari Pulau Sumatra, dengan total empat kota di dalamnya, yakni Medan, Padang, Pekanbaru, dan Palembang. Kalimantan dan Sulawesi sama-sama menyumbang dua kota. Kalimantan diwakili Banjarmasin dan Samarinda, sedangkan Sulawesi diwakili Gorontalo dan Manado.

Sebaran ini menegaskan bahwa kemajuan kota-kota di seluruh wilayah Indonesia semakin merata, meski memang masih cenderung berfokus di wilayah Jawa. Namun, tren pertumbuhan di luar Jawa terus menguat, terutama dengan dukungan pembangunan infrastruktur nasional, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ke depan, kota-kota tersebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru. Dengan strategi pembangunan yang tepat, peningkatan investasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, kota-kota ini berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global.

Baca Juga: 10 Kota di Pulau Jawa dengan Kualitas Hidup Terbaik Versi BPS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*