
BRIN genjot teknologi sampah jadi energi dari desa hingga kota untuk atasi darurat sampah nasional, target proyek beroperasi mulai 2027.
JOSS.CO.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan teknologi sampah jadi energi BRIN sebagai solusi menghadapi kondisi darurat sampah di Indonesia. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan, inovasi pengolahan sampah yang tengah dikembangkan siap direplikasi di berbagai daerah, mulai dari desa hingga kawasan perkotaan.
“Teknologi pengolahan sampah yang kami kembangkan mencakup berbagai skala, mulai dari level desa, komunitas, hingga kota besar. Ini menjadi solusi yang siap diaplikasikan untuk mendukung penanganan sampah secara menyeluruh,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Selasa (31/3). Dalam forum itu, BRIN memaparkan peta jalan teknologi sampah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan pemerintah pusat maupun daerah.
Arif menjelaskan, pada skala besar BRIN mengembangkan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas hingga ratusan ton per hari. Untuk skala menengah, BRIN menyiapkan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF), pirolisis yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, serta biodigester untuk menghasilkan biogas dari sampah organik.
Di tingkat kecil, BRIN mendorong pemanfaatan komposter dan pengolahan sampah berbasis rumah tangga yang mulai diterapkan di berbagai desa. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi timbunan sampah sejak dari sumber, sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di masyarakat.
Menurut Arif, beragam teknologi sampah jadi energi BRIN tersebut telah diuji coba dan diimplementasikan di sejumlah daerah. Karena itu, fokus berikutnya adalah mempercepat replikasi, memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, serta mendorong investasi agar pemanfaatannya lebih optimal.
“Teknologinya sudah tersedia dan terbukti dapat berjalan. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana memperluas penerapan dan mempercepat implementasinya di daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempercepat penanganan sampah secara nasional sesuai arahan Presiden. Pemerintah menargetkan sejumlah proyek pengolahan sampah, termasuk PSEL dan fasilitas pengolahan lain, mulai beroperasi pada 2027 dan seluruh program prioritas rampung pada 2028.
Menurut Zulkifli, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama penyelesaian persoalan sampah. Itu termasuk pengembangan waste-to-energy, RDF, dan berbagai platform teknologi yang telah disiapkan BRIN. Selain itu, pemerintah akan memperkuat penegakan hukum guna mendorong kepatuhan seluruh pihak dalam pengelolaan sampah nasional.
“Teknologi sudah ada, tinggal kemauan dan kedisiplinan kita bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Penegakan hukum juga akan diperkuat agar pengelolaan sampah berjalan optimal,” tegas Zulkifli.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta pimpinan daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Kehadiran mereka menandai bahwa isu darurat sampah dan teknologi sampah jadi energi BRIN kini menjadi agenda lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Baca Juga:
Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal Bakal Olah Sampah Jadi Listrik

Leave a Reply