Tol Bawen–Yogyakarta Fungsional H-10 Lebaran, Exit Ambarawa Buka Jalur ke Magelang

Tol Bawen–Yogyakarta dibuka fungsional H-10 Lebaran 2026, segmen Ambarawa–Bawen jadi jalur baru pemudik menuju Magelang dan jalur tengah tanpa lewat simpang macet Bawen.
Tol Bawen–Yogyakarta: Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/4/2026). Kementerian PU mencatat per Desember 2025 proyek pembangunan jalan tol akses Yogyakarta-Bawen seksi 6 sepanjang 4,98 km di Kabupaten Semarang yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah mencapai 88,018 persen dan ditargetkan beroperasi secara fungsional pada Maret 2026 atau bertepatan dengan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Tol Bawen – Yogyakarta dibuka fungsional H-10 Lebaran 2026, segmen exit Ambarawa – Bawen jadi jalur baru pemudik menuju Magelang dan jalur tengah tanpa lewat simpang macet Bawen.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Jalan Tol Bawen – Yogyakarta dipastikan akan dibuka secara fungsional pada H-10 Lebaran 2026 untuk membantu mengurai kemacetan arus mudik di kawasan Simpang Bawen, Kabupaten Semarang, Segmen exit yang dioperasikan adalah Ambarawa – Bawen dengan panjang sekitar 4,9 kilometer, dan bisa dimanfaatkan pemudik sebagai jalur alternatif menuju Magelang maupun jalur tengah Jawa.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY Moch Iqbal Tamher menjelaskan, saat masa fungsional Lebaran nanti pemudik tidak lagi wajib keluar di Gerbang Tol Bawen. “Jadi, pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen,” kata Iqbal, dikutip dari pernyataannya di Semarang. Dengan pola baru ini, arus kendaraan yang selama ini menumpuk di Simpang Bawen diharapkan bisa terpecah dan bergerak lebih lancar.

Selama ini, Simpang Bawen menjadi titik temu kendaraan dari Tol Trans Jawa, jalur nasional ke Magelang, serta jalur tengah menuju Temanggung dan sekitarnya. Ketika puncak mudik dan arus balik, titik tersebut hampir selalu “bottle neck” karena volume kendaraan jauh lebih besar dari kapasitas simpang dan ruas di sekitarnya. Dengan dibukanya segmen Ambarawa–Bawen secara fungsional, pengemudi yang hendak ke Magelang atau jalur tengah bisa langsung “turun” di Ambarawa dan tidak perlu lagi melintasi simpang yang rawan macet itu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut, operasional fungsional ini berlaku situasional, dengan skema satu jalur satu arah berdasarkan diskresi kepolisian. Pada periode mudik Lebaran 2026, ruas Ambarawa–Bawen hanya dibuka untuk kendaraan Golongan I non-bus seperti sedan, minibus, dan jip, dengan jam dan arah operasi menyesuaikan kepadatan lalu lintas di lapangan.

Secara keseluruhan, Tol Bawen–Yogyakarta memiliki panjang sekitar 75 kilometer dan terbagi dalam enam seksi, mulai dari Sleman di DIY hingga Bawen di Kabupaten Semarang. Pemerintah menargetkan Seksi 1 Sleman–Banyurejo dan Seksi 6 Ambarawa–Bawen sebagai ruas prioritas yang lebih dulu dioperasikan karena berperan penting dalam konektivitas Yogyakarta–Borobudur–Magelang dan jalur menuju Semarang. Setelah seluruh seksi rampung, waktu tempuh Semarang–Yogyakarta diproyeksikan bisa dipangkas dari sekitar tiga jam menjadi hanya sekitar satu setengah jam.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai, kehadiran Tol Bawen–Yogyakarta tidak hanya akan memecah kepadatan lalu lintas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di koridor Jogja–Magelang–Temanggung–Ambarawa. Jalan tol ini terintegrasi dengan jaringan jalan Jogja–Solo–Semarang (Joglosemar) dan membuka akses lebih cepat ke kawasan wisata unggulan seperti Candi Borobudur dan Bukit Menoreh.

Di sisi lain, Dishub dan kepolisian tetap memprediksi jalur non-tol melalui Tempel dan jalan nasional akan tetap ramai karena faktor tarif tol dan kebiasaan masyarakat yang sudah terbiasa dengan rute lama. Oleh karena itu, selain membuka tol fungsional, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik rawan macet, termasuk pengaturan satu arah, pembatasan kendaraan berat di jam tertentu, serta penambahan rambu dan petunjuk arah di sekitar Ambarawa dan Bawen.

Mengacu proyeksi resmi, sekitar 17,7 juta pemudik diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Dengan lonjakan sebesar itu, tambahan kapasitas dari Tol Bawen–Yogyakarta, khususnya segmen Ambarawa–Bawen yang berfungsi sebagai “pembagi arus”, diharapkan dapat membuat perjalanan mudik lebih lancar sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalur nasional.

Baca Juga:

Sambut Jutaan Pemudik, Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*