THR Desa Sriwulan: Setiap KK Dapat Rp 1 Juta dari Wisata Kalikesek Kendal

Menjelang Lebaran 2026, Desa Sriwulan Kendal membagikan THR Rp 1 juta per KK dari pendapatan wisata alam Kalikesek yang tembus Rp 1,4 miliar pada 2025.

Menjelang Lebaran 2026, Desa Sriwulan Kendal membagikan THR Rp 1 juta per KK dari pendapatan wisata alam Kalikesek yang tembus Rp 1,4 miliar pada 2025.

JOSS.CO.ID, KENDAL – Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, kembali membuat gebrakan dengan membagikan tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 1 juta kepada setiap kepala keluarga (KK). Uang THR ini bukan berasal dari bantuan pusat, melainkan dari keuntungan pengelolaan wisata alam Kalikesek yang menjadi penopang ekonomi baru desa.

Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, menjelaskan, program THR desa sudah berjalan beberapa tahun dan nilainya terus naik mengikuti peningkatan pendapatan wisata. “Tahun 2024 sebesar Rp 500 ribu, tahun 2025 Rp 750 ribu, dan tahun ini Rp 1 juta per KK,” jelas Nur Abidin, dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/3/2026). Menurutnya, kebijakan ini menjadi cara desa memastikan manfaat wisata Kalikesek tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga seluruh warga.

Desa Sriwulan dihuni sekitar 255 kepala keluarga dan mayoritas warganya bekerja sebagai petani serta pelaku usaha informal. Sebelum sektor wisata berkembang, aktivitas ekonomi warga banyak bergantung pada hasil pertanian dan pekerjaan serabutan di sekitar desa. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah desa mulai menggarap potensi alam di kawasan Kalikesek menjadi destinasi wisata yang dikelola serius melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Wisata alam Kalikesek menawarkan panorama pegunungan dengan suasana sejuk sehingga cepat menarik perhatian pengunjung. Fasilitas yang disediakan antara lain area bermain air, kolam keceh, terapi ikan, hingga kolam renang sederhana yang bisa dinikmati dengan tiket terjangkau. Pengelola wisata Kalikesek, Arik, menyebut jumlah pengunjung terus bertambah sejak awal dibuka sebagai destinasi wisata.

Pada hari biasa, kunjungan ke Kalikesek diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari dan akan meningkat pada akhir pekan maupun musim liburan. Lonjakan wisatawan itu berdampak langsung pada pendapatan desa, di mana pada tahun 2025 pengelolaan wisata Kalikesek menghasilkan sekitar Rp 1,4 miliar, naik dari kisaran Rp 1 miliar pada tahun sebelumnya. Sebagian besar dana diputar kembali untuk perbaikan fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk program kesejahteraan warga, termasuk THR Lebaran.

Bagi warga, THR desa ini sangat terasa manfaatnya. “Alhamdulillah tahun ini dapat THR Rp 1 juta. Sangat membantu kami sebagai warga biasa. Apalagi untuk kebutuhan Lebaran,” kata Salafudin, warga Dusun Kalikesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Ia menuturkan, uang tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hari raya, mulai sembako hingga keperluan anak-anak.

Salafudin menambahkan, selain THR, pemerintah desa juga menyiapkan program bantuan sosial bagi warga yang mengalami kesulitan. “Desa juga punya program bantuan sosial bagi warga yang sakit atau mengalami musibah. Biasanya diberi bantuan uang dan sembako,” ujarnya. Skema ini membuat warga merasa hasil pengelolaan ekonomi desa lebih merata dan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Pengelolaan wisata dan unit usaha desa lainnya dijalankan melalui BUMDes sebagai lembaga resmi yang mengatur arus keuangan dan pengembangan usaha kolektif. Dengan model seperti ini, Pemerintah Desa Sriwulan ingin memastikan setiap keuntungan yang dihasilkan bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk program langsung, bukan hanya masuk sebagai pendapatan desa.

Ke depan, pemerintah desa menyiapkan rencana program kesejahteraan yang lebih besar jika pendapatan dari wisata Kalikesek terus meningkat. Salah satu rencana jangka panjang yang disampaikan adalah pembiayaan iuran BPJS Kesehatan gratis bagi seluruh warga desa. BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“Jika pembangunan sudah lebih lengkap, kami ingin membuat program kesejahteraan langsung untuk warga, seperti pembayaran BPJS Kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat,” kata Nur Abidin. Pemerintah desa berharap, penguatan sektor wisata desa dan pengelolaan ekonomi lokal yang transparan dapat terus mendongkrak pendapatan sehingga program THR dan bantuan sosial bisa berlanjut dan semakin besar di masa mendatang.

Baca Juga:

Pendapatan Wisata Umbul Pelem Miliaran, Warga Desa Wunut Kebagian THR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*