
Sumur minyak rakyat di Kendal siap dukung program Presiden Prabowo untuk menaikkan lifting minyak nasional. Produksi 800 barel per hari siap disetorkan ke Pertamina.
JOSS.CO.ID, KENDAL — Sumur minyak rakyat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyatakan kesiapan penuh mendukung program pemerintah dalam menaikkan lifting minyak nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan ini menjadi langkah nyata masyarakat dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.

Ketua Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN) Kendal, Nurita, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung peningkatan produksi minyak nasional sebagai antisipasi terhadap potensi tersendatnya pasokan impor akibat dampak perang Israel–Amerika Serikat vs Iran.
Menurut Nurita, produksi dari sumur minyak rakyat di wilayah Kendal saat ini telah mencapai tingkat yang menjanjikan.
“Itu angka pasti, kalau eksplorasinya dikembangkan pasti lebih besar,” ujar Nurita, Sabtu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, dari sumur minyak rakyat di wilayah Kendal saja, produksi faktualnya sudah 800 barel per hari (BPH). Koperasi KEN pun menyatakan kesanggupannya memastikan volume produksi harian dari sumur rakyat dapat disetorkan langsung ke Pertamina untuk diolah lebih lanjut.
Baca Juga: Kilang Cepu Hidupkan Kembali Sumur Rakyat, Produksi Migas Nasional Siap Naik
Potensi Produksi dan Kualitas Lingkungan

Sebagai gambaran potensi dukungan terhadap lifting nasional, di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, dilaporkan terdapat 273 sumur minyak rakyat, dengan 203 sumur telah diverifikasi hingga 27 Maret 2026. Proses verifikasi masih berjalan dan melibatkan konsultan independen guna memastikan akurasi data serta kepatuhan terhadap standar operasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang meninjau langsung lokasi, menilai kondisi lingkungan di sekitar sumur sangat baik. Tidak ditemukan indikasi pencemaran, bahkan lahan sekitar tetap produktif dengan tanaman jagung yang tumbuh subur. Hal ini menunjukkan bahwa praktik produksi minyak rakyat dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan.
Kualitas Minyak dan Proses Legalitas

Menariknya, metode produksi yang digunakan masyarakat meski sederhana, terbukti efektif. Dengan pompa listrik standar, minyak yang dihasilkan memiliki kualitas baik dengan kandungan air sangat minim—bahkan tidak terlihat secara kasat mata.
Untuk menjamin kualitas teknis, Pertamina telah mengambil sampel minyak guna diuji di laboratorium sebelum dikirim ke fasilitas pengolahan terdekat. Dalam waktu dekat, Pertamina akan mengajukan dokumen resmi kepada SKK Migas untuk kemudian mendapat persetujuan dari Menteri ESDM. Proses ini menjadi syarat sebelum kontrak kerja sama antara Pertamina dan koperasi bisa dilaksanakan.
Sebagai langkah lanjutan, pada Jumat (27/3/2026) telah dilakukan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur rakyat, serta pemerintah desa setempat. Momentum ini disebut sebagai tonggak penting dalam legalisasi dan optimalisasi produksi minyak rakyat.
Langkah ini juga menandai sejarah baru industri hulu migas Indonesia, dengan melibatkan koperasi dan pelaku usaha kecil dalam pengelolaan sumber daya alam nasional — sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan UU Migas No. 22 Tahun 2001.

Leave a Reply