Suleiman Kerimov, Miliarder Emas Rusia Masuk 5 Besar Forbes 2026

Suleiman Kerimov, miliarder emas asal Dagestan, masuk 5 besar orang terkaya Rusia versi Forbes 2026 berkat gurita bisnis emas Polyus dan lonjakan harga emas dunia.

Suleiman Kerimov, miliarder emas asal Dagestan, masuk 5 besar orang terkaya Rusia versi Forbes 2026 berkat gurita bisnis emas Polyus dan lonjakan harga emas dunia.

JOSS.CO.ID – Miliarder Rusia yang juga senator dari Dagestan, Suleiman Kerimov, menempati peringkat kelima di antara orang-orang Rusia dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Kekayaannya diperkirakan mencapai 25,7 miliar dolar AS.

Dalam pemeringkatan global Forbes 2026, terdapat 155 sosok miliarder asal Rusia. Disebutkan bahwa kepemilikan keluarga Kerimov di perusahaan tambang emas Polyus sempat didaftarkan ulang akibat sanksi yang dijatuhkan kepada putranya, Said. Setelah sanksi terhadap Said diberlakukan, kepemilikan sahamnya dipindahkan kepada beberapa pihak lain dan kemudian dibeli kembali oleh Polyus.

Suleiman Kerimov memulai karier politiknya sebagai anggota Majelis Rendah Parlemen Rusia (State Duma) dari Partai Demokrat Liberal Rusia dan United Russia pada periode 1999–2007. Sejak 2008, ia menjabat sebagai anggota Dewan Federasi, mewakili Dagestan. Atas kiprahnya di bidang sosial dan politik, ia dianugerahi penghargaan Order of Friendship.

Kerimov, yang berasal dari Dagestan, telah mewakili republik tersebut di Dewan Federasi Rusia sejak 2008. Ia dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada 2018. Uni Eropa dan Inggris kemudian menjatuhkan sanksi tambahan kepada dirinya pada Maret 2022.

Sebagai ekonom terlatih, Kerimov membangun karier dengan berinvestasi pada aset-aset bermasalah di Rusia. Ia juga meraup keuntungan dari kepemilikan saham di Sberbank dan Gazprom.

Setelah mencairkan investasinya pada 2007, ia menanamkan modal di sejumlah bank global seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank tepat sebelum krisis keuangan global 2008. Langkah itu membuatnya mendapat panggilan margin (margin calls) dan kehilangan miliaran dolar.

Kerimov bangkit kembali dengan bertaruh pada Polyus, produsen emas terbesar di Rusia, yang dibelinya dari miliarder Vladimir Potanin. Ia membayar 1,3 miliar dolar AS untuk 37 persen saham, yang kini nilainya meningkat delapan kali lipat.

Pada 2015, untuk menyiasati undang-undang yang melarang politisi memegang aset keuangan di luar negeri, ia mengalihkan saham Polyus kepada putranya, Said. Pada awal 2022, keluarga Kerimov menguasai 76 persen saham Polyus.

Said Kerimov kemudian dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa dan Inggris pada April 2022, dan ia memindahkan kepemilikan sahamnya di Polyus kepada Akhmet Palankoev, mantan rekan kerja sang ayah, serta kepada Islamic Organisations Support.

Polyus dan Lonjakan Harga Emas

Polyus adalah produsen emas terbesar di Rusia dan termasuk dalam jajaran lima besar produsen emas dunia, dengan cadangan emas yang sangat besar dan umur tambang rata-rata lebih dari 30 tahun, sehingga menjadi salah satu mesin utama pembentuk kekayaan Kerimov. Perusahaan ini mengoperasikan sejumlah tambang besar di wilayah Siberia dan Rusia Timur, dengan tambang Olimpiada sebagai tambang emas terbesar di Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polyus mencatat kinerja keuangan yang sangat kuat, dengan pendapatan mencapai sekitar 7,3 miliar dolar AS pada 2024, didorong oleh peningkatan volume penjualan emas dan lonjakan harga emas global. Harga emas dunia sendiri mencetak rekor baru pada 2024 dan naik lebih dari 10–20 persen dalam satu tahun, sehingga ikut mengangkat nilai aset dan kapitalisasi perusahaan produsen emas seperti Polyus.

Emas, Risiko Sanksi, dan Kekayaan Kerimov

Sebagai pemilik utama Polyus selama bertahun-tahun, eksposur Kerimov terhadap komoditas emas membuat kekayaannya relatif terlindungi dari inflasi dan gejolak nilai tukar, meski ia menghadapi tekanan sanksi dari negara-negara Barat. Kenaikan harga emas dan rekor laba Polyus membantu menutup kerugian lamanya di sektor perbankan global, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu miliarder paling berpengaruh di industri emas Rusia.

Pengaturan ulang struktur kepemilikan Polyus yang terjadi berulang kali—mulai dari pengalihan saham ke Said Kerimov, penjualan ke kelompok Akhmet Palankoev, hingga penyaluran sebagian dana ke lembaga amal Islam—menunjukkan bahwa sanksi politik dan regulasi internasional memainkan peran besar dalam perjalanan bisnis keluarga Kerimov.

Baca Juga:

Mojtaba Khamenei Diangkat Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ayahnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*