
Stok BBM Jateng DIY Ramadan 2026 dipastikan aman. Pertamina JBT menyiapkan pasokan BBM dan LPG dengan extra dropping, SPBU tol, hingga layanan motoris selama Idulfitri.
JOSS.CO.ID, SEMARANG – Stok BBM Jateng DIY Ramadan 2026 dipastikan dalam kondisi aman oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Pertamina menyiapkan langkah strategis guna menjaga ketahanan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang tahun ini diperkirakan memicu kenaikan drastis konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG). Durasi libur Lebaran yang mencapai dua pekan menjadi tantangan tersendiri bagi kesiapan infrastruktur energi di lapangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, **Fanda Chrismianto**, menjelaskan bahwa pola perjalanan pemudik tahun ini diprediksi beragam dalam dua gelombang besar sehingga diperlukan antisipasi distribusi yang lebih dinamis. “Demikian juga untuk sektor transportasi darat, Pertalite diperkirakan naik 30%, Pertamax 29,7%, Turbo naik 55,3%, sehingga total untuk kenaikan bensin kurang lebih 30% atau 16.800-an kiloliter,” jelasnya, dalam konferensi pers secara bold, Kamis sore, (12/3/2026).
Tren kenaikan konsumsi juga terjadi pada produk BBM nonsubsidi lainnya seperti Dexlite yang diprediksi melonjak hingga 70,5 persen dan Pertamina Dex sebesar 64,2 persen. Sayangnya, konsumsi Solar justru mengalami kemunduran sekitar 13 persen akibat tidak adanya kebijakan operasional angkutan barang atau truk sumbu tiga ke atas selama puncak arus mudik dan balik.
Kebutuhan masyarakat terhadap gas melon atau LPG 3 kilogram juga mendapat perhatian serius dengan estimasi kenaikan permintaan sebesar 9 persen, dari rata-rata normal 4.854 metrik ton menjadi 5.293 metrik ton. Guna menjamin pasokan, Pertamina menerapkan skema *extra droping* serta penyaluran *fakultatif* di wilayah Solo Raya, DIY, Tegal, Semarang, hingga Kudus. “Fakultatif adalah alokasi yang kita tambah di periode tanggal merah, di mana di tanggal merah sebenarnya tidak ada penyaluran normalnya, fakultatif tidak cukup juga tambah extra droping berarti penyaluran lebih dari satu hari kebutuhan normal,” tutur Fanda.
Titik konsumsi tertinggi yang diprediksi tetap berada di sepanjang jalur tol Trans Jawa dengan estimasi peningkatan mencapai 130 persen dibandingkan hari biasa. SPBU di ruas tol dipandang sebagai titik krusial jika dibandingkan dengan jalur Pantai Utara (Pantura), Pantai Selatan (Pansela), maupun destinasi wisata favorit keluarga.
Pertamina juga menyiagakan layanan tambahan berupa SPBU modular, kios kemasan Pertamina Dex, hingga layanan motorist yang siap mengantarkan BBM ke konsumen yang terjebak kemacetan. Selain itu, fasilitas Serambi MyPertamina disediakan sebagai ruang istirahat yang nyaman dan ramah keluarga bagi para pejalan kaki jauh yang melintasi Jawa Bagian Tengah. “Intinya kami ingin bergabung dengan masyarakat yang mudik ini dalam perjalanan menuju keluarga masing-masing di tujuan,” jelasnya.
Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga JBT, Priyo Djatmiko, memastikan bahwa ketahanan stok bensin saat ini berada di level aman, yakni sembilan kali lipat dari konsumsi harian normal, sejalan dengan kebijakan stok nasional yang dijaga di atas kebutuhan harian selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Sementara untuk LPG, meskipun angka ketahanan stok secara matematis terlihat lebih rendah dari BBM, proses pengisian tangki penyimpanan terus dilakukan secara berkala melalui suplai kapal tangker.
Stok LPG dipastikan terjaga dengan manajemen pengisian yang menyerupai sirkulasi bak mandi, di mana keran pasokan akan terus dibuka sebelum kapasitas penyimpanan menyentuh batas minimum. Hal ini dilakukan guna meredam potensi pembelian panik yang sempat muncul di beberapa daerah karena kekhawatiran kelangkaan yang sebenarnya tidak mendasar.

Leave a Reply