SeaBank Perkuat “UMKM Pintar” untuk Literasi Keuangan Perempuan

SeaBank mengembangkan platform gratis “UMKM Pintar” untuk tingkatkan literasi keuangan dan kapasitas bisnis perempuan pelaku UMKM di Indonesia.

SeaBank mengembangkan platform gratis “UMKM Pintar” untuk tingkatkan literasi keuangan dan kapasitas bisnis perempuan pelaku UMKM di Indonesia.

JOSS.CO.ID – PT Bank Seabank Indonesia memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengembangkan platform pembelajaran UMKM Pintar sebagai sarana peningkatan literasi keuangan dan kapasitas bisnis, khususnya bagi perempuan pelaku usaha.

Platform ini menjadi media belajar online gratis yang dirancang agar pelaku UMKM lebih memahami pengelolaan usaha secara menyeluruh, mulai dari dasar-dasar perbankan hingga strategi penjualan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Pada tingkat dasar, peserta mempelajari peran bank dalam mendukung usaha, cara memanfaatkan produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan, pengelolaan rekening usaha yang efektif dan efisien, serta cara mengenali dan menghindari kejahatan digital.

Tahap berikutnya berfokus pada kemampuan pembukuan dan keuangan usaha. Peserta diajari pembukuan dasar, penyusunan laporan keuangan, memahami kesehatan finansial, analisis laporan usaha, hingga pajak dan kelengkapan usaha guna memperkuat fondasi bisnis mereka.

Sementara materi tingkat lanjutan mengulas strategi penjualan yang tepat sasaran agar produk UMKM lebih kompetitif di tengah persaingan pasar digital.

Wakil Direktur Utama SeaBank, Junedy Liu, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan UMKM menjadi alasan utama pengembangan platform ini.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Ri, banyak lapangan kerja tercipta dari UMKM, banyak keluarga dihidupi UMKM,” katanya di Jakarta, Kamis (26/3).

Meski berperan besar, Junedy menyebut UMKM di Indonesia masih menghadapi beragam tantangan, terutama rendahnya literasi keuangan dan pembukuan usaha.

“Kami pelajari banyak UMKM mengalami kendala dalam mengelola keuangan dan melakukan pembukuan finansial dengan baik. Padahal, dalam membangun bisnis sehat berkelanjutan dua hal itu penting. Bagaimana mengelola cash flow, utang dan bagaimana melakukan pembukuan baik agar bisa dapat mengakses pembiayaan dari bank. Ini yang mendorong kami menjalankan UMKM Pintar,” katanya.

Selain materi pembelajaran, UMKM Pintar juga dilengkapi fitur Kalkulator Pintar yang membantu pelaku UMKM menghitung kesehatan finansial usaha serta menyusun keputusan bisnis, termasuk menentukan harga pokok penjualan produk secara lebih akurat.

Dengan alat ini, pelaku usaha dapat menilai kemampuan keuangan dan mengatur strategi harga yang lebih berkelanjutan.

Junedy berharap platform yang praktis dan gratis ini mampu mendorong lebih banyak pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengelolaan usahanya di era digital.

“Supaya mereka tidak tertinggal di tengah arus digitalisasi yang luar biasa,” katanya.

Platform UMKM Pintar dapat diakses secara daring oleh pelaku UMKM di berbagai daerah, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan pengetahuan keuangan dan memperkuat daya saing usaha di pasar nasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*