Salat Idulfitri di Balai Kota Solo dan Open House Sederhana Wawali Astrid

Pemkot Solo gelar Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota Solo dan open house sederhana di Loji Gandrung bersama Wawali Astrid Widayani, terbuka untuk warga.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani

Pemkot Solo gelar Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota Solo dan open house sederhana di Loji Gandrung bersama Wawali Astrid Widayani, terbuka untuk warga.

JOSS.CO.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengadakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Balai Kota Solo, kemudian dilanjutkan dengan open house di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung. Acara open house tersebut digelar secara sederhana dan terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menjelaskan Pemkot Solo berencana mengadakan Salat Idulfitri di Balai Kota Solo seperti tahun lalu. Kemudian dilanjutkan dengan open house. Tidak ada persiapan khusus untuk dua kegiatan tersebut.

“Kami mengadakan acara secara lebih sederhana karena juga mengingat masih banyak wilayah-wilayah yang mungkin ada terkena dampak bencana. Kami menjaga agar semuanya aman dan nyaman,” papar dia kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (17/3/2026) pagi.

Dia menjelaskan warga bisa mengikuti Salat Idulfitri serta hadir dalam kegiatan open house di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung. Open house dimulai setelah Salat Idulfitri selesai sehingga warga yang telah mengikuti salat bisa langsung bersilaturahmi.

Pemkot Solo melalui akun Instagramnya mengundang masyarakat untuk mengikuti Salat Idulfitri bersama di halaman Balai Kota Solo. Waktunya mengikuti keputusan pemerintah. Salat akan dilaksanakan pukul 06.30 WIB.

Petugas salat, yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo KH Imam Suhadi bertugas sebagai imam dan Dewan Pertimbangan MUI Kota Solo sekaligus dosen pascasarjana UIN RM Said Surakarta KH Abdul Kholik Hasan bertugas sebagai khatib. Kehadiran dua tokoh ini diharapkan menambah kekhusyukan ibadah Salat Idulfitri bersama warga.

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H. Sidang akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad, melalui laman resmi Kemenag, menjelaskan pelaksanaan sidang kembali dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi setelah sebelumnya beberapa ruangan di area tersebut direnovasi.

Pemilihan tempat mempertimbangkan aspek teknis, antara lain ketersediaan ruang representatif bagi tamu undangan serta suasana perkantoran dan lalu lintas yang relatif lengang karena sebagian besar pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik. Hal ini dinilai memudahkan pengaturan akses lalu lintas dan area parkir.

Menurut dia, persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis. “Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” kata dia.

Dia menjelaskan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*