
Pegawai SPPG Purbalingga dipecat usai status WA “rakyat jelata kurang bersyukur” viral, ia dan koordinator wilayah menyampaikan permintaan maaf terbuka.
JOSS.CO.ID, PURBALINGGA – Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1 dipecat setelah status WhatsApp yang ia buat “Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur”, viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet.
Status tersebut berkaitan dengan penerima layanan makan bergizi dan dinilai merendahkan karena menyebut masyarakat sebagai “rakyat jelata yang kurang bersyukur”.
Pegawai tersebut kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka lewat pesan tertulis yang beredar dalam bentuk tangkapan layar dan diberitakan sejumlah media.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tulis pegawai tersebut melalui tangkapan layar, dikutip dari detikJateng, Selasa (16/3/2026).
Dalam pernyataan lanjutannya, ia mengakui bahwa status WA yang dibuatnya tidak benar dan kata-kata yang digunakan tidak pantas.
“Apabila kata-kata saya menyakiti saudara semua, dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan setulus hati, saya memohon maaf. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya agar berhati-hati dalam bertindak, berbicara, atau memilih kata. Sekali lagi saya memohon maaf,” ucapnya.
Tangkapan layar status tersebut sebelumnya diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial lokal, salah satunya akun Instagram @infopurbalingga.id, sehingga cepat menyebar dan mengundang banyak komentar.
Berbagai respons bermunculan, mulai dari kritik keras hingga tuntutan agar lembaga terkait memberi sanksi terhadap yang bersangkutan.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan bahwa pegawai tersebut telah diberhentikan dari tugasnya di SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1.
Ia menyebut langkah pemecatan diambil setelah mempertimbangkan dampak pernyataan itu terhadap penerima manfaat program dan citra lembaga.
Mei Sandra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi internal bagi seluruh jajaran SPPG di Purbalingga.
Ia berharap tidak ada lagi pegawai yang membuat pernyataan serupa di media sosial dan meminta seluruh petugas lebih berhati-hati dalam memilih kata ketika berkomunikasi, baik secara langsung maupun di dunia maya.

Leave a Reply