Iran Ancam Hancurkan Kampus AS di Timur Tengah usai Dua Universitas Teheran Dibom

Iran ancam kampus AS di Timur Tengah setelah dua universitas di Teheran dibom AS-Israel dan memberi tenggat kecaman sampai 30 Maret siang waktu Teheran.
“Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran: Hampir 6.670 lokasi sipil telah menjadi target serangan AS–Israel.” (twtword)

Iran ancam kampus AS di Timur Tengah setelah dua universitas di Teheran dibom AS-Israel dan memberi tenggat kecaman sampai 30 Maret siang waktu Teheran.

JOSS.CO.ID, TEHERAN – Ketegangan di Asia Barat meningkat tajam setelah dua universitas di Iran hancur akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menyusul pemboman ini, Garda Revolusi Iran melontarkan ancaman keras dengan menyatakan siap menghancurkan kampus-kampus terkait AS di Timur Tengah sebagai aksi balasan.

Iran memberi batas waktu hingga pukul 12.00 siang, Senin (30/3) waktu Teheran bagi pemerintah AS untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan ke dua universitas tersebut.

“Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran,” kata pernyataan yang diterbitkan oleh media Iran seperti dilansir AFP, Minggu (29/3/2026).

Peringatan Iran ke Kampus AS di Negara Teluk

Dalam peringatan lanjutan, Iran meminta mahasiswa, dosen, karyawan, dan warga yang tinggal di sekitar kampus-kampus AS di negara-negara Teluk untuk menjauh dari fasilitas pendidikan tersebut. Seruan ini menggambarkan bahwa kampus AS di Timur Tengah benar-benar berada dalam daftar target jika ultimatum Teheran diabaikan Washington.

“Kami menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas-universitas Amerika di kawasan ini dan penduduk di sekitarnya untuk tetap berada satu kilometer dari kampus,” demikian peringatan tersebut.

Sejumlah universitas AS memang mengoperasikan cabang di kawasan Teluk, di antaranya Universitas Texas A&M di Qatar dan New York University (NYU) di Uni Emirat Arab. Keberadaan kampus-kampus ini membuat ancaman Iran terhadap kampus AS di Timur Tengah memiliki konsekuensi keamanan yang nyata.

Dua Universitas Iran di Teheran Jadi Sasaran

Serangan udara AS-Israel yang terjadi sejak Jumat (27/3) malam hingga Sabtu (28/3) menghantam berbagai titik di Teheran, termasuk sebuah universitas sains dan teknologi di timur laut ibu kota Iran. Laporan menyebutkan dua universitas mengalami kerusakan bangunan cukup berat meski tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan tersebut.

Akibat serangan itu, Teheran menuduh AS dan Israel sengaja menjadikan institusi pendidikan sebagai sasaran dan menyatakan akan membalas dengan menargetkan universitas milik AS di kawasan Asia Barat.

Houthi di Yaman Gabung Perang

Di medan lain, Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran juga menyatakan bergabung dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Dalam perkembangan terbaru, Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal kedua ke arah Israel, mengincar fasilitas militer yang mereka sebut sebagai sasaran strategis.

Dilansir AFP, konflik di Asia Barat yang telah berlangsung sekitar sebulan itu menimbulkan kekhawatiran akan meluas ke Laut Merah dan mengganggu jalur pelayaran internasional. Keterlibatan Houthi menambah lapisan baru dalam perang yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran dan sudah mempengaruhi sebagian besar wilayah Semenanjung Arab.

Risiko Eskalasi dan Dampak Regional

Ancaman Iran untuk menghancurkan kampus AS di Timur Tengah menunjukkan bahwa objek perang kini meluas dari target militer ke infrastruktur pendidikan. Jika ultimatum hingga 30 Maret siang waktu Teheran tidak dipenuhi dan serangan balasan dilakukan, eskalasi konflik dikhawatirkan makin sulit dikendalikan di kawasan Teluk dan Asia Barat.

Di tengah situasi ini, negara-negara sekitar terus memantau pergerakan militer dan upaya diplomasi, sementara risiko gangguan ekonomi dan keamanan regional meningkat seiring memanasnya hubungan antara Iran, AS, dan sekutu-sekutunya.

Baca Juga:

Iran Longgarkan Blokade, Kapal Pertamina Bersiap Melintas di Selat Hormuz

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*