CPNS 2026: Daftar Kementerian Sepi Peminat

CPNS 2026 memberi peluang lebih besar lewat kementerian sepi peminat. Cek daftar lengkap instansi dan strategi memilih formasi agar kesempatan lolos makin tinggi.
Ilustrasi, ujian seleksi CASN

CPNS 2026 memberi peluang lebih besar lewat kementerian sepi peminat. Cek daftar lengkap instansi dan strategi memilih formasi agar kesempatan lolos makin tinggi.

JOSS.CO.ID – Pemerintah memberi sinyal rekrutmen CPNS 2026 akan kembali digelar setelah seleksi besar-besaran pada 2024 dan 2025.

Indikasi ini muncul dari pemberitaan terkait evaluasi formasi, kebutuhan ASN baru di berbagai kementerian, serta proyeksi belanja pegawai dalam APBN tahun berjalan.

Pengalaman seleksi sebelumnya menunjukkan persaingan CPNS sangat ketat, dengan jutaan pelamar memperebutkan ratusan ribu formasi di seluruh Indonesia.

Data BKN mencatat pada seleksi 2024 jumlah pelamar mencapai hampir 4 juta orang, menggambarkan tingginya minat masyarakat menjadi ASN.

Di tengah ketatnya persaingan tersebut, kementerian dan lembaga yang sepi peminat mulai dilirik sebagai strategi realistis bagi pelamar, terutama yang merasa nilai akademik atau pengalaman kerjanya masih rata-rata.

Instansi dengan peminat sedikit umumnya tetap menawarkan gaji dan tunjangan yang kompetitif, namun jumlah pelamar jauh lebih rendah dibanding kementerian populer seperti Kementerian Keuangan atau Kementerian Hukum dan HAM.

Sejumlah data seleksi CPNS 2024 yang dirangkum dari BKN dan berbagai publikasi menunjukkan ada beberapa instansi pusat yang pelamarnya relatif sedikit dibanding formasi yang tersedia.

Kondisi ini kemudian dijadikan rujukan untuk membaca peluang CPNS 2026 karena pola minat pelamar cenderung berulang dari tahun ke tahun.

Berikut beberapa instansi pusat yang tercatat minim peminat pada seleksi CPNS 2024 dan diperkirakan kembali menjadi peluang pada CPNS 2026:

– Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
– Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR.
– Setjen Komnas HAM.
– Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
– Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).
– Beberapa instansi pusat non-populer lain yang secara statistik memiliki rasio pelamar per formasi jauh lebih rendah daripada kementerian favorit.

Dalam salah satu data, BRIN bahkan sempat mencatat jumlah pendaftar lebih sedikit daripada formasi yang disediakan (500 formasi, 486 pendaftar), menandakan persaingan yang relatif longgar.

Beberapa laporan menyebut terdapat 13 hingga 15 kementerian dan lembaga yang dikategorikan sepi peminat berdasarkan seleksi CPNS 2024.

Kategori ini muncul bukan semata karena instansi tersebut kurang menarik, tetapi dipengaruhi kombinasi faktor formasi, lokasi, dan jenis jabatan.

Faktor utama yang sering membuat kementerian atau lembaga sepi pelamar antara lain:
– Formasi yang dibuka relatif sedikit sehingga kurang terlihat di mata pelamar.
– Penempatan unit kerja banyak berada di luar kota besar atau daerah terpencil.
– Jabatan bersifat teknis dan spesifik, membutuhkan kualifikasi tertentu yang tidak dimiliki banyak pelamar.

Meski demikian, instansi yang sepi peminat ini umumnya tetap menawarkan struktur gaji dan tunjangan ASN sesuai regulasi nasional, sehingga dari sisi kesejahteraan tidak jauh berbeda dengan kementerian favorit.

Inilah yang membuatnya dinilai sebagai opsi cerdas bagi pelamar yang lebih mengutamakan peluang lolos daripada gengsi instansi.

Bagi calon peserta CPNS 2026, memahami peta persaingan berdasarkan data tahun sebelumnya bisa menjadi strategi penting.

Memilih kementerian dan lembaga yang secara historis sepi peminat membantu menurunkan rasio pesaing, sehingga peluang lolos sejak tahap administrasi hingga SKD dan SKB menjadi lebih besar.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan pelamar antara lain:
– Mencermati daftar kementerian dan lembaga yang minim peminat pada CPNS 2024 sebagai referensi awal.
– Menyesuaikan pilihan formasi dengan latar belakang pendidikan dan keahlian agar tidak sekadar mengejar instansi, tetapi juga cocok dengan profil diri.
– Mengkaji lokasi penempatan, termasuk peluang karier jangka panjang di instansi yang mungkin kurang populer namun strategis secara fungsi.
– Mulai mempersiapkan diri menghadapi tes, karena persaingan tetap ada meski jumlah pelamar lebih sedikit.

Sejumlah analis ASN menilai bahwa “memilih instansi sepi peminat bisa menjadi strategi realistis dan rasional, terutama bagi pelamar dengan nilai pas-pasan,” selama pelamar tetap siap menghadapi seleksi yang menguji kompetensi dasar dan teknis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*