AS Siapkan Pengembalian Tarif Trump US$166 Miliar Dalam 45 Hari

Bea Cukai AS menyiapkan sistem 45 hari untuk pengembalian tarif Trump ilegal senilai US$166 miliar bagi 330.000 importir tanpa gugatan mahal.
Ilustrasi: US Dollar

JOSS.CO.ID – Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyiapkan sistem baru dalam 45 hari untuk pengembalian tarif Trump US$166 miliar yang dinyatakan ilegal oleh pengadilan, menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan perdagangan AS. Langkah ini ditujukan untuk mengembalikan pembayaran tarif kepada sekitar 330.000 importir yang sebelumnya dikenai bea di bawah kebijakan dagang pemerintahan Trump.

Pejabat CBP Brandon Lord menyampaikan rencana tersebut dalam pernyataan tertulis yang diajukannya pada Jumat, menjelang pertemuan pengacara pemerintah dengan hakim perdagangan federal untuk merumuskan mekanisme penyelesaian yang luas. Proses ini diharapkan menjadi dasar teknis pengembalian sekitar US$166 miliar tarif impor kepada ratusan ribu pelaku usaha di berbagai sektor.

Bulan lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif utama era Trump setelah menyatakan kebijakan itu inkonstitusional, namun tidak merinci teknis pengembalian dana. Kekosongan aturan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan importir kecil bahwa proses klaim akan mahal dan memakan waktu.

“This new process will require minimal submission from importers,” ujar Lord dalam pernyataannya kepada U.S. Court of International Trade, menegaskan bahwa sistem baru dirancang lebih sederhana dibanding prosedur sengketa biasa.

Hakim perdagangan Richard Eaton mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana pemerintah akan melaksanakan perintahnya yang luas agar CBP mulai memproses pengembalian tarif menggunakan prosedur internal. Dalam perintah awal pada Rabu, Eaton mengarahkan CBP untuk memanfaatkan sistem yang ada guna mengembalikan dana kepada ratusan ribu importir.

Namun, usai menelaah “declaration of Brandon Lord”, Eaton mengubah perintah tersebut dan tidak lagi mewajibkan “immediate compliance”, memberi CBP jeda waktu untuk menyiapkan sistem pengembalian tarif Trump US$166 miliar yang lebih realistis secara operasional.

Eaton ditunjuk pengadilan perdagangan untuk menangani sekitar 2.000 gugatan yang diajukan importir, termasuk perusahaan besar seperti FedEx dan L’Oreal, yang menuntut pengembalian tarif setelah putusan Mahkamah Agung. Para pengacara perdagangan menilai angka tersebut baru “puncak gunung es”, karena ribuan perusahaan lain siap menggugat jika pemerintah tidak menyediakan skema pengembalian otomatis.

Afiliasi Nintendo dan CVS disebut sebagai beberapa perusahaan besar terbaru yang mengajukan gugatan untuk memperoleh kembali pembayaran tarif mereka.

Sistem Satu Pembayaran untuk Importir

Dalam berkas pengadilan, Lord menjelaskan bahwa CBP mengharapkan importir mengajukan deklarasi melalui sistem komputer ACE (Automated Commercial Environment) yang mencantumkan rincian pembayaran tarif mereka. Data itu akan divalidasi sebelum pengembalian diproses beserta bunga yang menjadi hak importir, dan mereka tidak perlu mengajukan gugatan ke pengadilan.[4][2][3]

Setiap importir dijanjikan menerima satu pembayaran dari Departemen Keuangan AS, terlepas dari berapa banyak entri atau kiriman barang yang pernah mereka masukkan ke dalam sistem. Skema “single payment” ini dimaksudkan menyederhanakan administrasi baik bagi pemerintah maupun pelaku usaha.

Lord tidak memberikan estimasi pasti berapa lama proses pengembalian akan memakan waktu, namun menegaskan CBP tidak dapat mematuhi perintah Eaton yang menghendaki pengembalian otomatis menggunakan sistem lama tanpa dokumentasi tambahan.

“Its existing administrative procedures and technology are not well-suited to a task of this scale and will require manual work ​that will prevent personnel from fully carrying ​out the agency’s trade enforcement mission,” jelas Lord, menggambarkan keterbatasan infrastruktur saat ini.

Menurut perhitungannya, importir telah membayar sekitar US$166 miliar tarif atas lebih dari 53 juta kiriman. Jika mengikuti perintah awal Eaton, CBP harus meninjau dokumen setiap kiriman secara manual, yang diperkirakan memerlukan lebih dari 4 juta jam kerja.

Respons Dunia Usaha

Kamar Dagang AS, kelompok lobi bisnis terbesar di negara itu, menyambut baik rencana 45 hari CBP sebagai langkah yang “konstruktif dan praktis” untuk mengadministrasikan pengembalian tarif Trump US$166 miliar secara efisien.

“Most importantly, this proposal would spare the hundreds of thousands of small businesses who are owed refunds from having to litigate to obtain them,” kata Neil Bradley, kepala kebijakan Kamar Dagang AS, sembari mendorong penyempurnaan lebih lanjut.

Meski demikian, Lord mengungkapkan bahwa baru sebagian kecil importir yang mendaftar ke sistem elektronik untuk pengembalian dana. Dari lebih dari 330.000 importir yang membayar tarif ilegal, hanya 21.423 yang telah terdaftar dalam sistem refund elektronik yang diaktifkan pada 6 Februari.

Hakim Eaton saat ini mengawasi satu gugatan yang diajukan Atmus Filtration Inc sebagai perkara percontohan (test case), yang dijadikan kendaraan hukum untuk memerintahkan CBP mengeluarkan pengembalian tarif bagi seluruh importir yang terdampak.

Baca Juga:

Gugatan 24 Negara Bagian atas Tarif Global 15% Trump

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*