Kabar gembira untuk warga Jogja kini bisa tukar minyak jelantah jadi saldo uang rupiah lewat MyPertamina UCollect di 10 titik SPBU dan Masjid Jogokariyan, dengan harga mulai Rp5.500 per liter.
JOSS.CO.ID, JOGJA – Warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini dapat menukarkan minyak jelantah menjadi saldo rupiah melalui MyPertamina UCollect (Used Cooking Oil Collection) Box. Program ini resmi diluncurkan PT Pertamina Patra Niaga di 10 titik yang tersebar di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.
Peluncuran dilakukan bertepatan dengan peresmian Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada Rabu (18/2).
Melalui kerja sama dengan PT Noovoleum Indonesia Investama sebagai mitra pengumpulan, minyak jelantah yang disetor warga akan dikonversi menjadi saldo rupiah di aplikasi MyPertamina. Nilai tukar yang diberikan mulai dari Rp5.500 untuk setiap 1 liter minyak jelantah.
Komitmen Pertamina kelola limbah rumah tangga
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa UCollect menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab.
Menurutnya, program ini dirancang agar lebih ramah lingkungan sekaligus menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Taufiq menyebut, kehadiran UCollect di Yogyakarta melanjutkan keberhasilan program serupa di Kota Semarang. Selama enam bulan berjalan di Semarang, UCollect berhasil mengumpulkan 143.545 liter minyak jelantah dengan nilai konversi sekitar Rp796 juta.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengelolaan minyak jelantah jika digarap secara sistematis dan melibatkan warga.
Lokasi 10 titik UCollect di Yogyakarta
Pertamina Patra Niaga menempatkan 10 UCollect Box di titik-titik strategis yang dekat dengan pemukiman, kawasan padat penduduk, pasar, hingga restoran.
Berikut daftar lokasinya:
– SPBU 41.551.01 Coco Lempuyangan – Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
– Masjid Jogokariyan – Kota Yogyakarta
– SPBU 44.552.04 Maguwo – Kab. Sleman
– SPBU 44.551.01 Dukuh – Kota Yogyakarta
– SPBU 41.552.02 Coco Cokroaminoto – Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta
– SPBU 44.552.08 Monjali – Kab. Sleman
– SPBU 44.551.18 Piramid – Kab. Bantul
– SPBU 44.555.35 UII – Kab. Sleman
– SPBU 41.552.01 Coco Adisucipto – Kab. Sleman
– SPBU 44.552.01 Mulungan Mlati – Kab. Sleman
Taufiq berharap sebaran lokasi tersebut mampu menjangkau warga dari berbagai penjuru DIY, termasuk pelaku usaha kuliner yang sehari-hari menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah cukup besar.
Cara tukar minyak jelantah jadi rupiah
Untuk mengikuti program ini, masyarakat cukup menyiapkan minyak jelantah yang sudah disaring dan dimasukkan ke wadah tertutup, lalu datang ke salah satu titik UCollect Box.
Proses penukaran sepenuhnya terhubung dengan aplikasi MyPertamina sehingga berlangsung secara digital.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
– Buka aplikasi MyPertamina di ponsel.
– Pilih menu Sustainability Corner, lalu klik opsi “ubah minyak jelantah jadi rupiah”.
– Scan barcode yang tertera di UCollect Box.
– Masukkan minyak jelantah ke dalam box sesuai petunjuk.
– Mesin akan menghitung volume minyak dan secara otomatis mengonversinya menjadi saldo rupiah di akun MyPertamina.
Menurut Taufiq, penggunaan mekanisme digital membuat proses penukaran lebih praktis, transparan, dan tercatat dengan rapi di sistem.
Manfaat ekonomi dan lingkungan bagi warga
Salah satu pengguna program, Ricca Pricillia (31), warga Jogokariyan yang juga berdagang di kawasan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran UCollect Box. Ia biasanya hanya membuang minyak bekas, namun kini bisa menukarkannya menjadi saldo rupiah melalui aplikasi dan setor langsung di mesin.
Bagi pelaku usaha kecil, tambahan pemasukan dari minyak jelantah ini menjadi insentif menarik untuk lebih disiplin mengelola limbah.
Dari sisi lingkungan, pengumpulan minyak jelantah mencegah kebiasaan membuang limbah minyak ke saluran air yang dapat menyumbat drainase dan mencemari sungai.
Dengan program ini, Pertamina berharap masyarakat DIY dapat berpartisipasi aktif menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari limbah rumah tangga yang sebelumnya sering dianggap tidak bernilai.

Leave a Reply