Pilot Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Selamat Setelah Terjun Payung

Pilot Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Selamat Setelah Terjun Payung
Pesawat AT-802, registrasi PK-PAA tahun 2022. (Markho87/Jetphotos)

JOSS.CO.ID – Pilot pesawat Pelita Air yang membawa bahan bakar minyak (BBM) dan jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan selamat. Sang pilot berhasil menyelamatkan diri dengan terjun menggunakan parasut tepat sebelum pesawat menghantam daratan.

Informasi ini disampaikan oleh Dawat Butal, warga yang berkomunikasi dengan penduduk Desa Pa’ Betung, lokasi terdekat dari area kejadian. Menurutnya, pilot telah ditemukan dalam keadaan selamat dan kini diamankan warga setempat.

“Pilotnya sudah ditemukan warga Pa’ Betung. Dia menceritakan bahwa sempat terjun payung sebelum pesawat jatuh. Sekarang sudah aman bersama warga,” ujar Dawat, Kamis (19/2).

Dawat yang berada di kawasan Trang Baru menjelaskan, warga menyaksikan badan pesawat lebih dulu meluncur ke perbukitan sebelum terlihat parasut yang membawa pilot turun dari udara. Hingga berita ini ditulis, warga bersama pilot masih berada di lokasi aman di Desa Pa’ Betung. Medan yang berat membuat warga belum bisa mencapai titik pasti jatuhnya badan pesawat.

“Menurut keterangan warga, pesawatnya jatuh duluan baru parasutnya terlihat. Kami masih menunggu dokumentasi dari warga di lokasi,” tambah Dawat.

Keterangan Pelita Air
Pihak PT Pelita Air Service membenarkan insiden tersebut. “Corporate Secretary Pelita Air”, Patria Rhamadonna, menyebut kecelakaan ini tengah dalam proses investigasi. Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah jenis “Air Tractor AT-802” dengan registrasi “PK-PAA”, digunakan khusus untuk mengangkut BBM dalam program “BBM Satu Harga” di wilayah perbatasan.

“Pesawat ini baru saja menyelesaikan misi distribusi bahan bakar ke Long Bawan dan sedang dalam perjalanan kembali ke Bandara Juwata Tarakan,” jelas Patria dalam keterangan tertulisnya.

Menurut laporan, pesawat jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, usai menurunkan muatan BBM. Cuaca di kawasan Krayan saat itu dilaporkan berawan dan minim pencahayaan.

Saksi mata di bandara bernama “Aboy” turut menceritakan detik-detik pesawat kehilangan kendali.

“Pesawat terbang lalu hendak berbelok ke kiri. Saya melihat ada bagian pesawat yang terlepas sebelum akhirnya oleng,” ungkap Aboy.

Hingga kini, proses penelusuran lokasi bangkai pesawat masih berlangsung. Tim gabungan dari pihak berwenang dan warga setempat akan melanjutkan pencarian dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*