Pemerintah Tegaskan Tak Setop Alfamart dan Indomaret, Fokus Atur Peran di Desa

Pemerintah Tegaskan Tak Setop Alfamart dan Indomaret, Fokus Atur Peran di Desa
Ilustrasi, riteil modern

JOSS.CO.ID – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menghentikan ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Ia menekankan, langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengatur dan menyesuaikan keberadaan ritel modern, terutama di desa-desa, agar tidak menekan potensi ekonomi lokal.

Menurut Ferry, wilayah pedesaan seharusnya tidak didominasi ritel modern karena desa sudah memiliki Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih*l.

“Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” ujar Ferry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menghentikan ekspansi ritel modern seiring beroperasinya Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.

“Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya. Saya banyak mendengar dari kepala daerah bahwa mereka akan moratorium peraturan tentang keberadaan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dan harus diatur kembali,” lanjutnya.

Ferry menambahkan, meskipun tanpa perluasan ritel besar, pemerintah menyiapkan strategi memperkuat Kopdes Merah Putih, dengan target pertumbuhan hingga puluhan ribu unit. Program ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda dan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan tetap berkolaborasi dengan warung tradisional, termasuk warung Madura dan ritel digital, untuk menjaga keseimbangan ekosistem usaha di pedesaan.

“Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” kata Ferry.

Sementara itu, dukungan terhadap koperasi desa juga datang dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Yandri Susanto. Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, ia menilai bahwa jika Kopdes Merah Putih beroperasi optimal, keberadaan Alfamart dan Indomaret sebaiknya dibatasi.

“Saya setuju sekali di forum ini, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” tegas Yandri.

Ia menilai, penguatan Kopdes Merah Putih menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat desa, sekaligus benteng agar potensi ekonomi daerah tidak terserap oleh pemain besar nasional.

“Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart dan Indomaret merajalela? Itu tidak seimbang, karena mereka sudah dominan dan bisa menjadi ancaman bagi Kopdes,” ujarnya.

Menurut Yandri, jumlah gerai ritel modern yang sudah mencapai lebih dari 20.000 unit di seluruh Indonesia membuat ruang gerak usaha desa semakin sempit.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Komisi V DPR, Lasarus, yang mendukung penuh dominasi usaha desa melalui BUMDes maupun Kopdes.

“Dominasi lah desa itu dengan Kopdes, kita dukung sepenuhnya,” kata Lasarus.

Namun, ia juga mengingatkan pemerintah agar menyiapkan peta jalan atau roadmap yang matang terkait pembatasan ritel modern, agar kebijakan tetap berjalan adil dan tidak menimbulkan gejolak usaha.

Lasarus menambahkan bahwa langkah tersebut akan menimbulkan tantangan, terutama dari kalangan pelaku usaha besar yang mungkin merasa dirugikan.

Pernyataan para pejabat tersebut kini memicu pembahasan luas mengenai arah kebijakan ekonomi desa, serta keseimbangan antara koperasi desa dan jaringan ritel modern dalam perekonomian nasional.

Baca Juga:

Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi, 30 Ribu Unit Ditargetkan Perkuat Ekonomi Desa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*