
JOSS.CO.ID, JOGJA – Pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi nasional dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi umat di tengah upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 PP Muhammadiyah yang digelar di Yogyakarta, Jumat (6/2). Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil dan memiliki potensi pertumbuhan yang kuat apabila dijaga secara konsisten melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
”Sebuah kehormatan bagi saya untuk hadir di organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia. Di tahun 2026, ini adalah tahun yang penting. Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%. Dan bila dibandingkan dengan berbagai negara lain, Indonesia ini salah satu yang potensi resesinya terkecil, yaitu 3%. Jauh lebih rendah dari negara yang di depan kita, seperti Jepang dan Amerika Serikat,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat berdialog bersama warga Muhammadiyah dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (6/02).
Konsumsi Domestik Masih Jadi Penopang Utama
Airlangga menjelaskan, mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga saat ini masih ditopang oleh konsumsi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11% dan berkontribusi 53,88% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, investasi juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 6,12% dan kontribusi sebesar 28,77%.
Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibanding sektor lainnya. Belanja pemerintah dan berbagai stimulus fiskal juga dinilai efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dampak Positif ke Sosial dan Ketenagakerjaan
Stabilitas ekonomi turut berdampak pada perbaikan kondisi sosial. Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,25%, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 700 ribu orang. Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 4,7%, sementara penyerapan tenaga kerja bertambah sekitar 1,4 juta orang.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyinggung dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi daerah melalui pembiayaan koperasi dan desa.
“Kali ini digelontorkan Rp5 miliar, tentunya juga ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu penggerak penting,” ungkap Menko Airlangga.
Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 dan Peran Muhammadiyah
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Sejumlah sektor prioritas akan terus didorong, antara lain pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, energi, serta berbagai program prioritas Presiden.
Pemerintah juga menyiapkan stimulus jangka pendek guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, diskon transportasi dan tarif tol, serta pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Di tingkat desa, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa dengan dukungan pendanaan hingga Rp5 miliar per desa. Stabilitas ekonomi nasional dijaga melalui kebijakan fiskal yang hati-hati, penguatan kredit, penyederhanaan regulasi sektor riil, serta reformasi pasar modal.
Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong pembiayaan, kewirausahaan, dan penciptaan pelaku usaha baru agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Leave a Reply