Kampung Ramadan Jogokariyan 2026, Ikon Wisata Religi Yogyakarta yang Selalu Dinanti

Kampung Ramadan Jogokariyan 2026, Ikon Wisata Religi Yogyakarta yang Selalu Dinanti

Ribuan warga padati Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 di Yogyakarta. Ada 400 UMKM dan 3.800 porsi buka puasa gratis setiap hari selama Ramadan 1447 H.

RIBUAN orang memadati Jalan Jogokariyan, Kota Yogyakarta, pada Rabu, 18 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Meski hujan mengguyur sejak siang, antusiasme warga tak surut untuk datang ke kawasan yang populer dengan sebutan Kampung Ramadan Jogokariyan.

Kawasan di sekitar Masjid Jogokariyan itu berubah menjadi pusat kuliner dan wisata religi setiap Ramadan tiba. Lampu-lampu hias, dekorasi tematik, serta aroma aneka takjil menciptakan suasana hangat yang selalu dirindukan masyarakat.

400 UMKM Ramaikan Jalan Jogokariyan

Ratusan pedagang berjejer hampir di sepanjang jalan. Pengunjung tampak menenteng wadah berisi beragam makanan dan minuman, mulai dari kolak pisang, es buah, gorengan, hingga hidangan berat untuk berbuka.

“Tahun ini ada sekitar 400 UMKM yang akan berjualan di sekitar Jalan Jogokariyan,” kata Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 pedagang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 350 pedagang. Para pelaku UMKM berasal dari warga Kampung Jogokariyan maupun dari luar kawasan tersebut.

Dengan masa jualan sekitar sebulan penuh, potensi perputaran uang di pasar Ramadan ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan riset kecil panitia, omzet terkecil setiap pedagang bisa mencapai Rp300 ribu per hari.

“Kalau perkiraan perputaran uang itu kami sudah pernah melakukan riset kecil-kecilan. Satu pedagang itu mungkin seharinya bisa Rp300 ribu sampai Rp1 juta untuk omzetnya,” kata dia.

Jika dihitung rata-rata, potensi perputaran uang selama Ramadan bisa menembus Rp3,6 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa Kampung Ramadan Jogokariyan bukan hanya menjadi destinasi wisata religi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal di Kota Yogyakarta.

3.800 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari

Selain pasar Ramadan, panitia juga menyediakan buka puasa gratis bagi masyarakat. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 3.800 porsi per hari.

“Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan. Tahun lalu kami menyediakan 3.500 porsi per harinya,” kata dia.

Ratusan relawan terlibat dalam penyediaan menu berbuka. Mayoritas berasal dari warga sekitar, termasuk puluhan kelompok PKK.

“Jumlah orang yang terlibat estimasi mungkin 500-600 orang. Ada puluhan kelompok PKK ikut ambil bagian,” kata dia.

Menu hari pertama berupa nasi sayur, telur, ayam, dan kerupuk. Di hari lain, menu akan berganti agar jamaah tidak bosan. Semua makanan disajikan menggunakan piring untuk mengurangi sampah plastik.

“Yang cuci piring mungkin ibu-ibu, ada 50-an orang mungkin,” kata dia.

Panitia juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Donasi ditetapkan sebesar Rp15 ribu per porsi.

Wisata Religi dan Edukasi Ramadan

Kampung Ramadan Jogokariyan tahun ini mengusung tema “Berkah Berjamaah” sekaligus menandai usia ke-60 Masjid Jogokariyan. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan warga dalam menyukseskan kegiatan Ramadan.

“Jadi kami menyadari bahwa Masjid Jogokariyan bisa seperti sekarang itu karena keberkahan dari berjamaah. Bersama-sama, bersatu,” ungkapnya.

Selain buka puasa dan bazar UMKM, panitia menghadirkan beragam kegiatan untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Ada kajian, tausiyah, hingga kehadiran tokoh nasional dan musisi.

“Insya Allah tahun ini, kita mengundang Prof. Mahmud MD, kemudian juga Prof. Zainal Arifin Mochtar yang baru diangkat menjadi profesor. Kemudian untuk tokoh-tokoh nasional lainnya seperti Letto, kemudian musisi-musisi juga, Insya Allah. Kemudian ada komika-komika juga yang kita undang,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemerintah Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah selama Ramadan.

“Mari kurangi sampah plastik, menjaga lingkungan yang memadai sehingga lingkungan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan perpaduan wisata kuliner, ibadah, dan semangat kebersamaan, Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 kembali menjadi ikon Ramadan di Yogyakarta. Tak hanya tempat berburu takjil, kawasan ini juga menghadirkan pengalaman wisata religi yang sarat nilai sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:

Festival Jenang hingga Wayang Orang Meriahkan Hari Jadi ke-281

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*