
iPhone 17 Pro Max jadi ponsel paling banyak dijual kembali hanya dalam lima bulan, dengan depresiasi harga lebih lambat dan nilai jual bekas yang masih tinggi di pasar sekunder.
APPLE kembali mencatat fenomena unik di pasar ponsel premium melalui seri iPhone 17 Pro Max yang menjadi model paling banyak dijual kembali hanya beberapa bulan setelah peluncuran. Padahal, perangkat kelas atas ini baru dirilis secara global sekitar September, artinya usia di pasaran baru kurang lebih lima bulan.
Laporan terbaru dari SellCell, platform perbandingan harga jual kembali ponsel di Amerika Serikat, menunjukkan iPhone 17 Pro Max dengan cepat naik ke puncak pasar tukar tambah independen. Model ini menyumbang sekitar 11,5% dari seluruh 20 ponsel yang masuk dalam peringkat teratas perangkat yang paling banyak ditukar, berdasarkan analisis data internal tukar tambah dan tren harga pasar sekunder dari 40 pembeli iPhone independen.
Porsi tersebut melonjak tajam dari sekitar 5,1% pada akhir November menjadi 11,5% di awal Februari, atau lebih dari dua kali lipat hanya dalam waktu sekitar 12 minggu. Artinya, dalam waktu singkat, iPhone 17 Pro Max beralih dari posisi bawah ke peringkat nomor satu sebagai ponsel yang paling sering dijual kembali di pasar trade-in independen.
Menariknya, lonjakan penjualan kembali ini bukan dipicu oleh masalah kualitas produk. SellCell mencatat sekitar 86% unit iPhone 17 Pro Max yang ditukar berada dalam kondisi mint atau baik, yang menunjukkan banyak pemilik menjual ponsel tersebut tidak lama setelah pembelian saat kondisi masih sangat layak. Sekitar 76,5% unit juga tercatat dalam kondisi tidak terkunci, menandakan pengguna secara sadar memilih menjual di pasar terbuka, bukan sekadar mengikuti program upgrade operator.
Dari sisi nilai ekonomis, iPhone 17 Pro Max relatif lebih tahan terhadap penurunan harga dibanding pendahulunya. Dalam periode sekitar 145 hari sejak peluncuran, nilai rata-rata perangkat ini dalam kondisi prima turun sekitar 25,4% dari harga awal. Sebagai perbandingan, iPhone 16 Pro Max mengalami depresiasi sekitar 32,5% dalam periode yang sama, atau sekitar 7% lebih besar dari iPhone 17 Pro Max.
Secara nominal, selisih depresiasi tersebut bisa diterjemahkan sebagai tambahan nilai sekitar 95 dolar AS yang masih dapat dipertahankan pemilik iPhone 17 Pro Max dibandingkan iPhone 16 Pro Max pada jangka waktu pasca peluncuran yang sama. SellCell memperkirakan harga jual kembali rata-rata iPhone 17 Pro Max bekas dalam kondisi prima saat ini berada di kisaran 967,5 dolar AS, lebih rendah dari harga rilis sekitar 1.199 dolar AS namun tetap menunjukkan daya tahan nilai yang kuat untuk segmen ponsel premium.
Kondisi ini menjadikan iPhone 17 Pro Max sebagai aset jangka pendek yang menarik bagi konsumen yang gemar berganti perangkat atau membutuhkan likuiditas cepat. MacRumors menyoroti bahwa smartphone premium kini kian dipandang sebagai aset yang bisa “dicairkan” sewaktu-waktu, sehingga pemilik dapat menjual kembali perangkat di saat nilai jual masih tinggi untuk mendapatkan uang tunai atau mendanai upgrade ke model lain.
Dari perspektif ekonomi bisnis, tren ini mempertegas posisi iPhone di pasar sekunder yang semakin matang dan terorganisasi. Nilai jual kembali yang kuat membuka peluang bagi pelaku usaha di ekosistem ponsel bekas, mulai dari marketplace, toko refurbish, hingga layanan pembiayaan berbasis aset gadget. Di sisi lain, tingginya aktivitas jual beli iPhone 17 Pro Max juga mencerminkan perilaku konsumen yang semakin rasional, memanfaatkan momentum depresiasi yang lebih lambat untuk memaksimalkan nilai investasi pada perangkat premium.
Bagi pasar ponsel secara keseluruhan, data SellCell ini memberi sinyal bahwa perang nilai jual kembali akan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian di segmen kelas atas. Produsen yang mampu menjaga harga sekunder agar tetap stabil berpotensi menarik konsumen yang melihat smartphone bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen finansial jangka pendek yang relatif aman.

Leave a Reply