Gebrak Pangan Murah KDMP Sinduadi, 300 Paket Sembako Rp50 Ribu

KDMP Sinduadi Sleman menyiapkan 300 paket sembako murah Rp50.000 dalam Gebrak Pangan Murah bekerja sama dengan KSP Nasari untuk jaga harga pangan dan perkuat koperasi desa.
Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi menyiapkan 300 paket sembako murah dalam kegiatan Gebrak Pangan Murah yang digelar di halaman gerai KDMP Sinduadi, Sleman, Jumat (27/2/2026).

JOSS.CO.ID, SLEMAN – KDMP Sinduadi di Sleman menggelar program Gebrak Pangan Murah dengan menjual 300 paket sembako seharga Rp50.000 untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan sekaligus memperkuat koperasi desa melalui kolaborasi dengan KSP Nasari.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi menyiapkan 300 paket sembako murah dalam kegiatan Gebrak Pangan Murah yang digelar di halaman gerai KDMP Sinduadi, Sleman, Jumat (27/2/2026). Program ini terselenggara lewat kolaborasi dengan KSP Nasari sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan dan meringankan beban belanja warga.

Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suhirman, menyebut ratusan paket sembako itu dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp50.000 per paket. Setiap paket berisi minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan satu botol kecap. “Total ada 300 paket sembako murah yang bisa dimanfaatkan anggota KDMP Sinduadi dan masyarakat sekitar,” kata Kliwon, Sabtu (28/2/2026). Ia menuturkan, Gebrak Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi selama bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, menilai agenda ini menjadi contoh kolaborasi antarkoperasi yang efektif, terutama dalam menjawab keterbatasan permodalan koperasi desa. “Kegiatan ini kerja sama antara KDMP Sinduadi dan Koperasi Nasari. Tidak hanya soal bisnis, tapi juga membantu program KDMP agar bisa berkembang,” ujarnya. Menurutnya, pola kerja sama seperti ini perlu terus dikembangkan agar koperasi desa lebih kuat dari sisi permodalan maupun operasional. “Satu paket hanya Rp50.000 dengan isi yang lengkap. Ke depan, model seperti ini bisa diperluas,” jelasnya.

Warga Sinduadi yang datang ke lokasi bazar mengaku terbantu dengan adanya sembako murah tersebut. Salah satunya, Yayuk, menyampaikan bahwa harga paket yang ditawarkan relatif terjangkau bagi keluarga. “Harganya lumayan murah, Rp50.000 sudah dapat tepung, minyak, gula, dan kecap,” katanya. Antusiasme warga terlihat dari antrean sejak siang, sekaligus menjadi momentum sosialisasi manfaat menjadi anggota koperasi desa.

Selain melayani pembelian sembako, panitia juga memanfaatkan kegiatan ini untuk mengajak warga bergabung sebagai anggota KDMP Sinduadi. Dinas Koperasi dan UKM DIY melalui Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP, menekankan bahwa penambahan anggota akan memperkuat permodalan dan keberlanjutan koperasi. “Gebrak pangan murah ini bukan sekedar kegiatan bisnis, tapi solusi dan inovasi bagi keterbatasan modal KDKMP. Kolaborasi seperti ini harus terus berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap bazar serupa dapat digelar rutin di koperasi desa dan kelurahan lain di seluruh DIY karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Dari sisi lembaga keuangan, KSP Nasari tidak hanya menyuplai permodalan, tetapi juga menyiapkan skema penyaluran pinjaman dan penguatan sistem usaha koperasi desa. Ketua KSP Nasari, Frans Meroga, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan usaha KDMP Sinduadi, khususnya jika koperasi mampu menjadi pemasok kebutuhan dapur mitra. “Jika koperasi desa sudah mampu menjadi supplier dapur MBG, KSP Nasari siap memberikan dukungan modal untuk mendorong peningkatan SHU,” ungkapnya. Selain itu, KSP Nasari juga menyiapkan dukungan digitalisasi melalui aplikasi mobile white label sebagai wadah pemasaran produk unggulan lokal, yang diharapkan membangun ekosistem usaha saling menguntungkan bagi masyarakat desa.

Melalui Gebrak Pangan Murah dan dukungan berbagai pihak, KDMP Sinduadi kian mengukuhkan peran sebagai koperasi desa yang tidak hanya menyediakan sembako murah, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga lewat penguatan modal, keanggotaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga:

Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Jateng akan Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah Hingga Maret 2026

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*