Blizzard Mengerikan di Amerika Serikat: Jutaan Warga Tanpa Listrik dan Penerbangan Lumpuh

Badai salju ekstrem melanda Timur Laut Amerika Serikat, memicu blizzard, pembatalan ribuan penerbangan, pemadaman listrik massal, dan status darurat di tujuh negara bagian.
Badai salju dahsyat telah melumpuhkan wilayah Timur Laut AS dan menyebabkan pembatalan lebih dari 7.400 penerbangan: (Foto yang dikumpulkan)

Badai Salju ekstrem melanda Timur Laut di Amerika Serikat, memicu blizzard, pembatalan ribuan penerbangan, pemadaman listrik massal, dan status darurat di tujuh negara bagian.

Badai Salju Besar Lumpuhkan Timur Laut AS

BADAI musim dingin yang sangat kuat menghantam wilayah Timur Laut Amerika Serikat pada Senin waktu setempat, memicu kondisi blizzard yang menyelimuti kota-kota besar dengan salju tebal, melumpuhkan transportasi, menutup sekolah, dan menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran. Sekitar 65 juta orang, atau sekitar 20 persen populasi AS, berada dalam status waspada cuaca ekstrem, dengan sekitar 35 juta di antaranya berada di bawah peringatan blizzard yang membentang dari negara bagian Maine hingga pesisir Virginia.

Otoritas cuaca dan pemerintah setempat memperingatkan bahwa badai ini berpotensi menjadi salah satu dari 10 badai salju terburuk yang pernah melanda New York City dalam 150 tahun terakhir, sekaligus memaksa penutupan kompleks markas besar PBB di Manhattan.

Perjalanan Udara dan Darat Kacau Total

Badai salju ini menyebabkan kekacauan besar pada perjalanan udara dan darat di seluruh kawasan. Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, hingga pukul 21.00 Senin (0200 GMT Selasa), lebih dari 5.700 penerbangan dari, menuju, atau di dalam wilayah Amerika Serikat dibatalkan dan lebih dari 3.400 penerbangan mengalami penundaan. Bandara-bandara di sekitar New York menjadi yang paling terdampak, dengan Bandara Internasional John F. Kennedy mencatat jumlah pembatalan tertinggi, disusul Bandara LaGuardia dan Bandara Newark.

Di darat, sejumlah negara bagian memberlakukan larangan perjalanan untuk kendaraan komersial serta pembatasan lalu lintas di jalan raya utama demi mengurangi risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang hampir nol dan jalan yang licin bersalju. Di Massachusetts, Gubernur Maura Healey mengeluarkan larangan perjalanan di beberapa wilayah pesisir dan memprioritaskan akses bagi kendaraan darurat dan armada pembersih salju.

Layanan kereta dan bus komuter di New Jersey dilaporkan dihentikan sementara, sementara Otoritas Transportasi Publik Rhode Island menangguhkan seluruh layanan sejak Minggu malam hingga Senin karena kondisi yang sangat berbahaya.

Pemadaman Listrik Meluas di Banyak Negara Bagian

Dampak badai juga sangat terasa pada jaringan listrik di kawasan Timur Laut. Lebih dari setengah juta rumah dan bisnis dilaporkan mengalami pemadaman listrik pada Senin siang, menurut situs pemantau jaringan listrik PowerOutage.us. Massachusetts menjadi negara bagian dengan gangguan listrik terparah, dengan hampir 300.000 pelanggan dilaporkan tanpa aliran listrik. Negara bagian lain yang terdampak signifikan termasuk New Jersey, Delaware, Rhode Island, New York, Maryland, dan Connecticut.

Kombinasi angin kencang dan salju basah yang berat membuat banyak kabel listrik roboh dan pohon tumbang, mempersulit upaya pemulihan di tengah suhu yang sangat dingin. Otoritas manajemen darurat di beberapa negara bagian memperingatkan bahwa pemadaman listrik tambahan masih mungkin terjadi seiring berlanjutnya hembusan angin dan penumpukan salju di jaringan listrik.

New York City Terkurung Salju, Peringatan Warga Tetap di Rumah

New York City menjadi salah satu episentrum dampak badai ini. Wali Kota New York Zohran Mamdani menyampaikan dalam konferensi pers bahwa kota tersebut telah menerima salju setebal 16–19 inci (sekitar 40–48 cm) hingga Senin sore, sementara beberapa wilayah di bagian timur Staten Island melaporkan akumulasi salju lebih dari 60 cm.

Pemerintah kota memberlakukan peringatan perjalanan berbahaya (hazardous travel advisory) hingga tengah malam dan mendesak warga untuk tetap di rumah karena akumulasi salju dan potensi pembekuan ulang membuat perjalanan sangat berisiko. “Saya mendesak setiap warga New York untuk tetap di rumah,” ujar Mamdani, seraya menekankan bahwa tim darurat dan petugas kebersihan kota membutuhkan ruang untuk bekerja membersihkan jalan dan menangani situasi darurat.

Otoritas kota juga menutup sekolah pada Senin dengan opsi pembelajaran jarak jauh di beberapa distrik, dan merencanakan pembukaan kembali sekolah secara bertahap setelah kondisi dinilai lebih aman. Di sisi lain, pemerintah kota tetap mempertahankan layanan penting seperti rumah sakit, pemadam kebakaran, dan layanan darurat lainnya dengan protokol cuaca ekstrem.

Status Darurat di Tujuh Negara Bagian dan Aktivasi Garda Nasional

Setidaknya tujuh negara bagian — New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware, Connecticut, Rhode Island, dan Massachusetts — telah mendeklarasikan status darurat untuk merespons badai salju yang mengancam keselamatan publik ini. Sejumlah negara bagian juga memberlakukan larangan kendaraan komersial di jalan tol utama serta pembatasan perjalanan untuk mengurangi kecelakaan dan mempermudah operasi pembersihan salju.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan bahwa ia telah mengaktifkan 100 personel Garda Nasional untuk membantu wilayah Long Island, New York City, dan Lower Hudson Valley, yang diperkirakan menerima dampak terburuk badai. Para personel ini ditugaskan untuk membantu evakuasi, dukungan logistik, serta membantu tim lokal dalam upaya pemulihan setelah badai.

Di Massachusetts, Gubernur Maura Healey mengerahkan sedikitnya 200 anggota Garda Nasional untuk membantu pemulihan pasca badai, termasuk operasi penyelamatan, bantuan mobilitas, pembersihan salju dan puing, serta dukungan bagi layanan darurat sipil. Negara bagian tersebut masih berada dalam status darurat untuk sejumlah wilayah, dengan larangan perjalanan yang tetap berlaku di beberapa daerah pesisir yang paling terimbas badai.

Markas Besar PBB Ditutup, Protokol Cuaca Dingin Diperpanjang

Dampak badai juga dirasakan pada tingkat internasional dengan penutupan kompleks markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Manhattan pada Senin. Dalam buletin daruratnya, PBB menyatakan bahwa penutupan dilakukan menyusul peringatan blizzard dari National Weather Service yang memproyeksikan 12–20 inci salju di wilayah New York City dan larangan perjalanan non-esensial oleh pemerintah kota.

Di Connecticut, Direktur Manajemen Darurat William Turner menyampaikan bahwa negara bagiannya masih berada dalam status darurat pada Senin sore, dengan larangan perjalanan komersial yang tetap diberlakukan. Turner menambahkan bahwa lebih banyak pemadaman listrik diperkirakan terjadi dan mendesak warga untuk tidak berkendara jika tidak benar-benar mendesak. Protokol cuaca dingin ekstrem di negara bagian itu akan tetap berlaku setidaknya hingga Selasa tengah hari untuk melindungi kelompok rentan dari risiko hipotermia dan masalah kesehatan lainnya.

Peringatan Berlanjut, Warga Diminta Tetap Waspada

Layanan Cuaca Nasional AS (National Weather Service) dan pejabat setempat memperingatkan bahwa meski intensitas salju diperkirakan berangsur menurun, kondisi berbahaya dapat terus berlanjut karena angin kencang, suhu sangat dingin, dan jalan yang tertutup es. Di sejumlah kota besar seperti New York, Boston, dan Philadelphia, proses “membersihkan” salju diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari, terutama di lingkungan padat penduduk dan jalan utama yang menjadi jalur logistik.

Warga diminta untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu, memantau informasi resmi dari pemerintah lokal, serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan sumber pemanas alternatif yang aman selama badai dan masa pemulihan. Media internasional seperti Reuters, Associated Press, Al Jazeera, dan berbagai outlet lokal di AS secara konsisten melaporkan skala badai ini sebagai salah satu yang paling mengganggu aktivitas publik di wilayah Timur Laut dalam beberapa tahun terakhir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*