Andrew Lobi UAE untuk Jeffrey Epstein Saat Kunjungan Kenegaraan

Andrew Lobi UAE untuk Jeffrey Epstein Saat Kunjungan Kenegaraan
Andrew menulis surat kepada Epstein setelah bertemu dengan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, menteri luar negeri UEA: ''Hey! You are in big time. He thinks you are great and would like to introduce you to Sheikh Mohammed [sic], the Crown Prince'. Foto: Andrew bersama Mohammed Bin Zayed Bin Sultan Al Nahyan pada kunjungan tahun 2010.

Email ungkap Andrew Mountbatten-Windsor lobi pejabat UAE untuk Jeffrey Epstein saat kunjungan resmi bersama Ratu.

Dilansir dari www.dailymail.co.uk, email yang baru dirilis mengungkap bahwa Andrew Mountbatten-Windsor pernah melobi pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UAE) atas nama Jeffrey Epstein saat melakukan kunjungan kenegaraan bersama mendiang Ratu pada 2010.

Email tersebut berasal dari November 2010, ketika Andrew masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Pesan itu ditandatangani dengan huruf “A” dan dikirim dari alamat email berlabel “The Duke”.

Pada tanggal pengiriman email, Andrew tengah berada di UAE dalam kunjungan resmi bersama mendiang Ratu, Pangeran Philip, serta Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, William Hague.

Isi Email Andrew kepada Epstein

Mengutip laporan Daily Mail, Andrew menghubungi Epstein setelah bertemu dengan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri UAE. Dalam pesannya kepada Epstein, ia menulis:

“Hey! You are in big time. He thinks you are great and would like to introduce you to Sheikh Mohammed [sic], the Crown Prince”

Saat itu, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan masih menjabat sebagai Putra Mahkota Abu Dhabi dan kemudian menjadi Presiden UAE pada 2022. Keluarganya dikenal sebagai salah satu yang terkaya di dunia dengan aset yang diyakini melebihi £1 triliun.

Pada hari yang sama, Epstein membalas email tersebut dan mengusulkan rencana liburan bersama. Ia menulis:

‘Ask Abdullah for a date when we can all go on vacation. I am also willing to return to Abu Dhabi.’

Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa Epstein diduga telah bertemu Sheikh Abdullah sebelum kunjungan resmi Andrew berlangsung.

Dalam email lain pada Oktober 2010, Epstein bahkan menyusun poin-poin yang bisa digunakan Andrew untuk meyakinkan pejabat UAE agar bekerja sama dengannya. Ia menulis:

‘I would suggest you telling Abdullah: 1 trust, 2 financial expertise, 3 funder of extreme science (way out there), 4 fun.’

Tidak Ada Indikasi Pelanggaran oleh Pejabat UAE

Laporan tersebut menegaskan tidak ada indikasi pelanggaran hukum oleh Sheikh Mohamed maupun Sheikh Abdullah terkait isi email tersebut.

Namun, pengungkapan ini kembali menambah sorotan terhadap hubungan Andrew dengan Epstein. Seperti diketahui, Epstein divonis pada 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur dan menjalani hukuman 13 bulan dari total 18 bulan penjara dengan skema kerja di luar tahanan pada siang hari. Email komunikasi dengan Andrew terkait UAE terjadi tidak lama setelah Epstein bebas.

Andrew sendiri mundur dari tugas-tugas kerajaan pada 2019 dan pada tahun berikutnya dicabut gelar serta kehormatannya terkait hubungannya dengan Epstein.

Kritik dari Kelompok Republic

Masih dikutip dari Daily Mail, Graham Smith dari kelompok kampanye Republic mengatakan:

‘This revelation adds to the wider picture of Andrew having no judgment and no moral compass.

‘It also raises more questions about his relationship with Middle Eastern rulers and dictators.

‘Andrew was under great public scrutiny at the time, but the fact is, he has never concerned himself with criticism from other people.

‘He just brushed it off and thought, I can do what I want.’

Pada kunjungan tahun 2010 tersebut, peran resmi Andrew adalah menyambut ibunya saat tiba di UAE. Namun, ia juga menuai kritik karena menerima fasilitas vila golf dan liburan senilai £1 juta di Abu Dhabi dari penguasa kerajaan negara Teluk tersebut. Properti itu disebut sebagai “heavily gilded mini-palace” dan dapat digunakannya kapan saja.

Kritikus menyebut situasi tersebut sebagai “a clear conflict of interest”.

Saat itu, Andrew menyatakan:

‘There is a long-standing relationship between the UAE and the United Kingdom which reaches back over 40 years.

‘A lot of work has gone on in the intervening period.

‘There’s been an increased level of concern for this particular region in terms of investment, in terms of business opportunities.

‘This has been reciprocated by the UAE and other countries in the region.’

Hingga kini, perwakilan Andrew belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait dokumen yang baru dirilis tersebut.

Baca Juga:

Heboh! Nama Bali Indonesia Muncul di Epstein Files – Penjelasan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*